SENIN , 10 DESEMBER 2018

Dewan Pendiri Resmi Pecat Olis Datau Sebagai Presiden LIRA

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 08 April 2016 21:59
Dewan Pendiri Resmi Pecat Olis Datau Sebagai Presiden LIRA

Dewan Pendiri LIRA HM Jusuf Rizal (kiri) bersama Gubernur LIRA Sulsel Ryan Latief. Dewan Pendiri mengambil alih organisasi LSM ini dari tangan Presiden Olis Datau.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terbesar peraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) yang didirikan HM Jusuf Rizal kembali ke khittahnya.

Pasalnya, usai Musyawarah Naional (Munas) II, September 2015 lalu, LSM terbelit masalah. Presiden terpilih Olivia Elvira yang akrab disapa Olis Datau, justru meninggalkan Dewan Pendiri LSM LIRA dan membuat organisasi baru yang bernama Perkumpulan LIRA dengan akte notaris baru dan mendaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

“Jadi sesungguhnya LSM LIRA kini, tidak lagi memiliki kaitan apapun dengan Perkumpulan LIRA bentukan Olis Datau dan yang mendudukkan dirinya sebagai Presiden Perkumpulan LIRA,” tegas HM Jusuf Rizal selaku Ketua Dewan Pendiri LIRA dan Presiden LIRA Periode 2016-2021 kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/4).

Jusuf menjelasan kronoligisnya, bahwa setelah pelaksanaan Munas II LIRA, 15-17 September 2015, berkat dukungan Dewan Pendiri, Olis Datau secara aklamasi terpilih sebagai Presiden Lira periode 2015-2020 meski mayoritas peserta masih mengharapkan Jusuf Rizal memimpin organisasi LSM LIRA ke depan. Tapi dia tidak mau melanggar AD/ART yang dibuatnya, karena ada ketentuan tidak boleh dua priode.

Namun, dalam perjalanannya Olis Datau justru berjalan sendiri sesuka hatinya. Dia tidak mengindahkan kewenangan Dewan Pendiri. Padahal, LSM LIRA sesuai akte notaris tahun 2006 memiliki Kewenangan tertinggi dalam organisasi sesuai AD/ART di atas Presiden LIRA maupun munas guna menentukan arah dan perjuangan organisasi LSM LIRA.

Karena itulah Dewan Pendiri yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPP LIRA Olis Datau, periode 2015-2020. Namun, SK tersebut dianggap kurang sempurna karena hanya ditandatangani Jusuf Rizal selaku Ketua Dewan Pendiri. Karena itu, dalam rapat SK 001/Dewan Pendiri/Kep/X/2015 perlu dikoreksi dengan dicabut untuk dikeluarkan SK baru yang ditandatangani seluruh Dewan Pendiri.

Berdasarkan SK Nomor: 0002/DP-Lira/SK-DPP/I/2016 yang ditunjukkan kepada wartawan Dewan Pendiri meminta presiden terpilih Munas II LIRA, Olis Datau menyampaikan susunan dan nama struktur kepengurusan DPP LIRA, periode 2015-2020 untuk diterbitkan SK baru yang ditandatangani Dewan Pendiri LSM LIRA.

[NEXT-RASUL]

Dikatakan, semakin cepat Olis Datau menyampaikan susunan dan nama pengurus, SK pun cepat diterbitkan Dewan Pendiri. Selama belum adanya SK baru, Olis Datau tidak boleh mengeluarkan kebijakan. Untuk mengisi kekosongan pengambilan kebijakan strategis, sementara diambil alih Dewan Pendiri hingga diterbitkannya SK baru. Dalam kekosongan itulah, kenapa Dewan Pendiri dapat mengeluarkan kebijakan dan melantik Gubernur LIRA Sumut, Febri Dalimunte, periode 2016-2021.

“Tetapi setelah disampaikan SK untuk direvisi, Olis Datau justru melawan dan melanggar. Kemudian mensomasi semua Dewan Pendiri dan mengancam akan memenjarakan bilamana Dewan Pendiri masih berbicara atas nama LSM LIRA. Lah, yang bikin LSM LIRA itu kami. Olis Datau mau kuasai LSM LIRA yang telah kami dirikan selama sepuluh tahun ini,” tandas Jusuf Rizal yang didampingi pendiri LIRA lainnya Hasyim Arief.

Sekalipun demikian, Dewan Pendiri sesuai konstitusi organisasi tetap meminta agar Presiden LIRA hasil Munas II LIRA, Olis Datau segera menyampaikan susunan dan nama pengurus DPP LIRA, periode 2015-2020. Tapi beliau setelah diberikan tenggang waktu kurang lebih tiga bulan, namun tidak punya itikad baik untuk melanjutkan kepemimpinan, maka Dewan Pendiri LSM LIRA memberhentikan Olis Datau sebagai Presiden Lira hasil Munas II, periode 2015-2020.

Selanjutnya, Dewan Pendiri sesuai kewenangannya menunjuk kembali Jusuf Rizal sebagai Presiden LSM LIRA, periode 2016-2021 didampingi Sekjen Ahmad Hadari dan Bendahara Umum Harti Hartidjah, Wapres Bidang Kesra Ucu Kusmini, dan Wapres Bidang Polhukam Novran.

“Jadi kami sudah menjalankan kebijakan organisasi sesuai konstitusi. Olis Datau sudah membuat Perkumpulan LIRA yang terdaftar di Kemenhukam 16 Maret 2016 dengan akte notaris baru. Jadi LSM LIRA yang berdiri dari embrio Blora Center (Tim relawan SBY-JK yang didirikan Jusuf Rizal bersama Sudi Silalahi) tahun 2006 tidak memiliki kaitan apapun dengan LSM LIRA lagi,” tutur pria berdarah Madura-Batak itu.

LSM LIRA, tambah Jusuf Rizal sesuai UU keormasan No. 17 tahun 2013 dan Permendagri No. 33 tahun 2012 tentang pendaftaran ormas/LSM di lingkungan Depdagri dan Pemerintah Daerah merupakan ormas dibawah Kesbangpol dengan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) No: 289/skt/js/Sosmas/B/III/2016 yang berlaku hingga Maret 2019.

Gubernur LIRA Sulsel, Ryan Latief, menjelaskan, LSM LIRA Sulsel dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) lainnya tetap tunduk sama Dewan Pendiri LSM LIRA.

“Setelah resmi kami beda dengan kubu Olis Datau (OD) kami hanya tunduk sama Dewan Pendiri LSM LIRA yang didirikan sejak tahun 2004 sesuai AD/ART dan Akta Notaris LSM LIRA. Kami sudah sejak awal meminta ibu OD untuk melakukan pertemuan dengan Dewan Pendiri, namun langkah tersebut tidak diindahkan, sehingga apa yang diambil Dewan Pendiri sudah tepat,” terangnya. (***)


Tag
  • LIRA
  •  
    div>