SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Dewan Pertanyakan Dana Hibah Ormas

Reporter:

Arini-Fahrullah

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 10:45
Dewan Pertanyakan Dana Hibah Ormas

Yusran Sofyan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – DPRD Sulsel mempertanyakan perbedaan anggaran yang cukup mencolok dalam pengusulan anggaran oleh dua Organisasi Masyarakat (Ormas) yakni Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Pasalnya, anggaran ini diajukan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok 2019.

Diketahui, pada pengusulan anggaran tersebut Pemprov Sulsel rencananya akan memberikan dan hibah NU sebesar Rp 99 juta lebih, dan Muhammadiyah memperoleh jatah Rp 3 miliar lebih.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yusran Sofyan mempertanyakan hal tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada rapat Badan Anggaran (Banggar).

“Penganggaran itu harus mengedepankan asas keadilan, kita harus memperhatikan keberadaan Ormas, sehingga porsi bantuan hibah itu harusnya berasas keadilan,” kata Yusran, Kamis (25/10).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan dana hibah ini tak perlu diributkan karena masih sebatas pengajuan kepada badan anggaran DPRD Sulsel untuk dipertimbangkan. Menurutnya, dana hibah ini berdasar dari proposal yang diajukan masing-masing organisasi.

“Jadi ini bukan kita yang kasih, tapi mereka yang ajukan lewat proposal,” kata Arwin.

Ia menjelaskan anggaran yang diajukan Muhammadiyah lebih besar dengan tujuan untuk pembangunan pusat dakwah. Sedangkan NU mengajukan untuk mengadakan workshop tentang radikalisme.

“Misal pelaksanaan workshop yang diminta NU 99 juta, masa kita mau kasih 3 miliar. Padahal proposal hanya 99 juta. Ini kan bahaya dan temuan keuangan jika ditambahkan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Sekretaris Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Sulsel, Prof Dr Arfin MH, berharap pemerintah provinsi dan DPRD menambah anggaran hibah PWNU. Pasalnya, pihaknya PWNU mengusulkan proposal untuk empat kegiatan besar PWNU dengan total Rp1 miliar.

“Itu kan usulan tahun lalu, kami usulkan empat kegiatan dengan nilai total Rp 1 miliar. Saya juga baru tahu kalau yang diusulkan ke DPRD Sulsel sebesar Rp 100 juta,” kata Arfin.

Ia berharap Pemprov Sulsel memberikan tambahan karena NU juga mengurus umat dan menjaga NKRI. “Kami juga kan mengurus umat sehingga perlu juga dukungan dari pemerintah. Jika tetap itu anggarannya, kami harus tetap jalan meski anggaran kecil, tapi kami berharap ada tambahan anggaran,” pungkasnya. (*)


div>