RABU , 13 DESEMBER 2017

Dewan Pesimis Program Aparong Terealisasi

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Muh Sophian AS

Selasa , 21 November 2017 20:47
Dewan Pesimis Program Aparong Terealisasi

Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir SE. (ist)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pembangunan Apartemen Lorong (Aparong) yang menjadi program Pemerintah Kota Makassar mendapat sorotan anggota DPRD Makassar. Pasalnya program yang dibebankan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Makassar, belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Diketahui proyek Aparong akan berlokasi di Buloa, Kecamatan Tallo yang bertujuan menekan angka pemukiman kumuh di Kota Makassar.

Sebelumnya, DPKP Kota Makassar, telah menganggarkan Rp1,5 miliar untuk pembangunan Aparong yang dimulai sejak 2016 lalu, dan ditargetkan akan rampung pada 2019 mendatang, namun hingga kini progresnya masih jalan ditempat.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat, Basdir, menilai program tersebut dipastikan sulit menekan jumlah angka pemukiman kumuh di kota Makassar. Sebab, menurutnya, dana yang dianggarkan oleh pemerintah kota untuk pembangunan Aparong tersebut tidak sebanding dengan jumlah pemukiman kumuh yang ada di kota Makassar. “Pembangunan Aparong ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, jadi Program Aparong ini saya lihat hanya sebatas pencitraan, bukan merupakan kebutuhan masyarakat,” kata legislator partai Demokrat ini, Selasa (21/11)

Menurutnya, Pemerintah Kota Makassar seharusnya fokus pada program yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini, seperti kesehatan, pendidikan, dan pendapatan masyarakat, sehingga program Aparong seharusnya tidak menjadi program utama. “Masyarakat kita sekarang membutuhkan bagaimana bisa dia sekolah gratis, bagaimana bisa kesejahteraan meningkat, masuk rumah sakit tanpa ada kendala, itu yang dibutuhkan dulu, bagaimana pendapatan masyarakat kita bisa meningkat,” terangnya.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina, mengaku jika pada dasarnya manfaat dari adanya program tersebut sangat baik, khususnya dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. “Iya, secara konsep program ini sangat baik. Kehadiran Aparong bisa menjadi solusi cerdas dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni yang ada di Makassar,” ujarnya.

Namun, Rahman Pina pesimis jika program tersebut dapat terealisasi sesuai yang diharapkan. Hal tersebut lantaran hingga saat ini, Pemerintah Kota Makassar yang rencananya akan membangun 8 unit Aparong tersebut masih menemui kendala terkait pembebasan lahan. “Tapi jika melihat progresnya, rasa-rasanya ini sulit terlaksana. Tahun lalu saja, tidak adapi yang jalan,” ungkap politisi Partai Golkar ini. (*)


div>