• Minggu, 20 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Dewan Prihatin Jembatan Peninggalan Belanda

Sabtu , 03 November 2012 09:44
Total Pembaca : 260 Views
Anggota DPRD Makassar dari daerah pemilihan II melaksanakan kunjungan kerja (reses), dalam kunjungannya di Kelurahan Barombong wakil rakyat ini merasa sangat prihatin dengan kondisi jembatan Kaccia. (Foto : ARFA/RAKYAT SULSEL)

Baca juga

MAKASSAR – Anggota DPRD Makassar Dapil II melakukan reses dengan meninjau jembatan yang menjadi akses satu-satunya warga di Kelurahan Barombong, Makassar. Kondisi jembatan yang cukup parah, terlebih jembatan yang dibuat sejak zaman penjajahan Belanda ini tak pernah diperbaiki.

Selain itu, lantai pada jembatan yang disebut warga jembatan Kaccia ini, terbuat dari rotan dan kayu yang mudah kropos, dan sudah tidak layak pakai.

Pada kunjungan itu pimpinan Reses Dapil II, Yusuf Gunco mengatakan bahwa ia sangat prihatin dengan kondisi jembatan tersebut. Kalau tidak segera diperbaiki, menurut pria yang akaran disapa Yugo ini tidak sampai Tahun, jembatan akan rubuh.

Sebagaimana juga yang diungkapkan masyarakat, kalau jembatan itu putus, ratusan kepala keluarga di wilayah ini akan terhambat aksesnya, “Di mana jembatan itu merupakan satu-satunya jalan keluar dan masuk,” ungkap salah seorang warga.

Yugo mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan Kaccia telah diajukan di sejak tujuh tahun yang lalu. Namun mungkin karena menjadi bagian dari pemprov, maka penangannanya juga oleh Pemrov. “saya akan usahakan melakukan komunikasi dengan Kimpraswil Pemprov, agar perbaikan jembatan ini menjadi bisa terlaksana pembangunannya, paling utama harus segera diperbaiki.” ungkap legislator golkar ini.

Selain itu, pelaksanaan reses sejumlah anggota dewan di daerah perbatasan Makassar,-Takalar-Gowa ini juga melihat kualitas jalan. ” Banyak usulan dari masyarakat ,agar jalan di daerah ini harus ditingkatkan, dan untuk itu kami mengecek langsung, tentu akan ada solusinya,” ungkap Yugo. (RS11/her/C)