SENIN , 17 DESEMBER 2018

Dewan Sayangkan Keterbatasan Kuota CPNS Kota Makassar

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 18 September 2018 07:09
Dewan Sayangkan Keterbatasan Kuota CPNS Kota Makassar

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPRD Kota Makassar menyayangkan jumlah kuota CPNS yang tidak bisa menutupi kebutuhan guru di Kota Makassar. Pasalnya, untuk tahun ini Kota Makassar hanya diberikan 481 saja. Sementara, Kota Makassar membutuhkan sekiranya 900 orang guru.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Sampara Sarif mengungkapkan untuk itu pihaknya meminta ada solusi agar kekurangan guru ini bisa teratasi.

“Kami sayangkan juga jatah pemkot cuma 481 belum memadai dgn jumlah tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (17/9).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar Pemkot Makassar dapat mengusulkan kembali ke Pemerintah Pusat, pengangkatan CPNS guru. Karena jika dibiarkan, maka cita-cita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dikhawatirkan akan terganggu.

“Sebaiknya pemkot berusaha ke Kemenpan untuk menambah alokasi jatah guru untuk Makassar mengingat Makassar sangat kekurangan guru,” tukasnya.

Pihaknya juga meminta, agar Dinas Pendidikan Kota Makassar dapat mengangkat sejumlah guru honor untuk memuhi kebutuhan guru di Kota Makassar.

“Kalau kekurangan guru ini tidak bisa diakomodir di penerimaan CPNS, Disdik harus mengangkat tenaga guru honorer yang dibebankan ke APBD,” tuturnya.

Sekadar diketahui, untuk menutupi kekurangan guru, pemerintah mengangkat guru honor yang honornya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman menjelaskan bahwa pihkanya akan menyampaikan kebutuhan CPNS di Kota Makassar.

Apalagi, kata dia ini bukan hanya persoalan Kota Makassar saja. Namun juga daerah lain memiliki kondisi yang sama dengan Kota Makassar.

“Tetap kita perhatikan, cuman kan itu tetap kebijakan pusat. Tentulah kami ingin akan menyampaikan ke pemerintah pusat, bahwa kondisinya seperti itu. Bukan masalah makassar saja, sudah masalah nasional ini. seluruh daerah pasti begitu,” jelasnya.  (*)


div>