RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dewan Soroti Kinerja PDAM Parepare

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 27 Maret 2017 19:08
Dewan Soroti Kinerja PDAM Parepare

Kepala Bidang Teknik PDAM Parepare, Sukarno Banda (kiri) dan Anggota Komisi I DPRD Parepare, Sudirman Tansi (kanan). foto: luki amima/rakyatsulsel.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Parepare, Sudirman Tansi, mempertanyakan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Parepare, yang hingga kini belum profit. Pasalnya, puluhan miliar uang rakyat yang telah digelontorkan kepada PDAM, hingga kini belum menunjukkan adanya perkembangan dari segi keuntungan.

Sudirman menilai, atas kinerja PDAM yang belum maksimal, diyakini menjadi faktor penyebab takutnya pihak PDAM untuk mengambil tindakan tegas, terhadap pelanggan-pelanggan yang melakukan keterlambatan pembayaran. Sehingga, secara otomatis masyarakat juga enggan memenuhi kewajiban. Padahal, katanya, jika pelayanan PDAM maksimal, dan masyarakat puas, maka secara dengan sendirinya masyarakat juga akan sadar sendiri, untuk melakukan pembayaran tagihan.

“Selain itu, PDAM belum melakukan penyesuaian tarif. Bahkan, kalau perlu untuk rumah kosong dilakukan pemutusan meter. Jadi, kami mendesak PDAM untuk meningkatkan pelayanannya, supaya masyarakat yang menunggak tagihannya, tidak ada alasan lagi untuk tidak membayar,” katanya, Senin (27/3).

Sementara, Kepala Bidang Teknik PDAM Parepare, Sukarno Banda, menjelaskan, sebanyak 18.787 pelanggan aktif PDAM di Parepare, 50 persen diantaranya tidak melakukan pembayaran. Masalahnya, kata dia, tarif yang berlaku adalah tarif di bawah harga rata-rata penjualan yakni Rp2.200 perkubik, sedangkan harga produksi sebesar Rp3.800 perkubik.

“Dengan kondisi demikian, memang sulit bagi kami untuk profit. Pasalnya, biaya bulanan yang harus kami keluarkan yaitu, bayar listrik sebesar Rp400 juta, bayar gaji pegawai juga Rp400 juta. Belum lagi biaya operasional lainnya,” keluhnya.

Dia mengungkapkan, pelayanan PDAM lebih mengedepankan faktor sosial daripada profit. Terlebih, katanya, dengan kondisi saat ini pihaknya menjamin pelayanan PDAM berjalan maksimal. “Ada 4300 pelangan pemakaiannya tidak wajar, artinya pemakaian 0. Dan perlu diketahui, PDAM belum profit karena belum melakukan penyesuaian tarif sebesar Rp3.600 perkubik,” tandasnya.(***)


div>