SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Dewan Soroti Kinerja Plt Walikota

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Kamis , 29 Maret 2018 11:30
Dewan Soroti Kinerja Plt Walikota

Adi Rasyid Ali. (ist)

*Ribuan Honor Disdik Belum Dibayarkan

MAKASSAR, RAKYAYSULSEL.COM – Sebanyak 2.328 pegawai kontrak di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar, terhitung sejak Januari hingga Maret 2018, belum juga menerima hak mereka dalam bentuk gaji. Ke 2.328 pegawai kontrak kerja waktu terbatas ini terdiri dari tenaga guru dan administrasi di lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hasbi, mengakui jika saat ini ribuan tenaga honorer/kontrak di instansi tersebut hingga Maret 2018 belum terbayarkan. Dijelaskannya bahwa kondisi tersebut diakibatkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yakni dokumen yang memuat pendapatan dan belanja setiap SKPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran, sempat terkendala pasca penahanan kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, Erwin Haiya.

“Iya memang belum terbayarkan untuk periode Januari – Maret 2018. Itu karena DPA-nya belum ada sejak pak Erwin ditahan,” ujarnya, saat dihubungi, Rabu (28/3) kemarin.

Namun, persoalan tersebut dikatakannya telah clear dan proses pencairannya sementara diproses, setelah posisi kepala BPKA telah diisi oleh pejabat yang baru ditunjuk oleh Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal.

“Tapi sudah tidak ada masalah, kan sudah ada pelaksana yang ditunjuk. Jadi DPA-nya sudah ada dan sudah kita ajukan, sementara diproses dipimpinan,” lanjutnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, menyayangkan keterlambatan pembayaran gaji honorer, utamanya para guru yang hingga kini belum ada kepastian. Dirinya pun mengaku jika hal tersebut bisa jadi diakibatkan Pemerintah Kota Makassar dibawah kendali Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal, belum bisa memaksimalkan kerja-kerja yang mana yang mesti diprioritaskan.

“Itukan terjadi pasca kepala BPKA ditahan. Harusnya Plt Walikota sudah tahu mana yang harus diprioritaskan mana yang tidak. Ujung-ujungnya yang korban honorer kita. Kasihan mereka sudah 3 bulan tidak gajian, padahal mereka kan juga butuh biaya hidup,” kesal legislator asal Demokrat ini.

Menurutnya, Deng Ical (sapaan Plt Walikota Makassar) harus sudah mengantisipasi hal tersebut, mengingat pembayaran gaji honorer tidak hanya terjadi di Disdik Kota Makassar, namun juga terjadi pada sejumlah SKPD lainnya di lingkup Pemkot Makassar.

“Saya kira kalau saja pak Danny tidak sedang cuti, persoalan ini tidak ada karena memang beliau itu perhatikan hal-hal seperti itu. Jadi Plt sekarang setidaknya harus bisa menyamai kerja-kerja walikota yang sedang cuti ini,” harapnya.

Bahkan, Ara meminta agar Plt Walikota mengesampingkan terlebih dahulu kepentingan-kepentingan politik yang melekat pada dirinya, sehingga bisa lebih fokus bekerja dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau saya Plt fokus saja bekerja, kesampingkan dulu kepentingan politik yang ada. Karena kalau ini dibiarkan bisa jadi ini akan menimbulkan kesan ada kepentingan politik yang bermain. Sehingga gaji honorer ditahan-tahan,” harap Ketua Demokrat Makassar ini.

Sebelumnya, Plt Walikota Makassar, Syamsu Rizal, juga membenarkan hal tersebut. Menurutnya, gaji para pegawai kontrak tersebut memang belum terbayarkan. “Baru minggu ini pembayaran akan dilakukan lantaran penyelesaian dokumen pelaksanaan anggarannya baru tuntas dan pekan ini programnya jalan,” jelas Syamsu Rizal.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang lebih sering disapa Deng ical ini pun memastikan, pembayaran gaji pegawai kontrak tenaga pendidikan guru bantu di Dinas Pendidikan Kota Makassar akan didahulukan. (*)


div>