RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dewan Soroti Kinerja Pokja ULP Torut

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 18 Agustus 2017 13:32
Dewan Soroti Kinerja Pokja ULP Torut

Wakil Ketua Komisi I DPRD Torut, Agustinus Parrangan

TORUT, RAKYATSULSEL.COM – Akibat kelalaian kelompok kerja Unit Layanan Penggandaan (Pokja ULP) Kabupaten Toraja Utara, akhirnya 2 tender proyek yang dilaksanakan dilaporkan oleh rekanan ke Komisi I DPRD Toraja Utara.

Hal ini menandakan bahwa kinerja Pokja ULP tersebut tidak profesional karena tidak mengindahkan aturan yang ada. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Torut, Agustinus Parrangan kepada rakyatsulsel.com, di Rantepao, Jumat, (18/8).

Menurut Agustinus, ada beberapa aturan yang tidak dipatuhi sehingga pihak rekanan keberatan dan melaporkan ke dewan. Setelah dilakukan pemanggilan dan konfirmasi kepada Pokja ULP terungkap beberapa fakta bahwa pihak mereka telah melakukan kelalaian dalam proses tender tersebut.

“Ada 2 pelaksanaan proses tender proyek yang dilaporkan ke Komisi I yakni lelang Pasar Rinding Allo, dan proyek irigasi di Kecamatan Barrupu Toraja Utara,” kata Agustinus.

Terpisah salah satu rekanan yang ikut Tender, Rial yang mengaku sangat dirugikan dalam proses tender ini, karena dalam proses tender ada kejanggalan-kejanggalan.

“Atas kejanggalan ini, kami sudah memasukkan pengaduan ke dinas PU dengan harapan untuk tidak menerbitkan SPPBJ karena masih dalam proses sanggah sesuai aturan yang ada. Namun malah diterbitkan kontraknya sampai pada pencairan uang muka. Ini semakin jelas adanya indikasi pelnggaran. Terkesan adanya kongkalikong antara Pokja ULP, dengan kontraktor dan dinas terkait. Untuk itu saya tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran ini dan dalam waktu dekat saya akan membawanya ke ranah hukum,” tegas Rial. (*)


div>