SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Dewan Urus Pilwalkot, Pembahasan Ranperda Molor

Reporter:

Alief

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Februari 2018 11:00
Dewan Urus Pilwalkot, Pembahasan Ranperda Molor

Kantor DPRD Makassar. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Makassar belum menyusun agenda perihal jadwal agenda rapat dewan. Pasca paripurna lalu, semestinya empat Panitia Khusus (Pansus) yang akan membahas empat Program Legislasi Daerah (Prolegda) antara lain Ranperda Perlindungan Anak, Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan, Ranperda Penyertaan Modal PT Bank Sulselbar dan Ranperda Perubahan Status PDAM.

Akan tetapi, memasuki pekan kedua Februari belum ada satupun yang dibahas oleh masing Pansus. Sementara Badan Musyawarah (Bamus) belum menentukan jadwal pembahasan. Disisi lain akan ada agenda reses pertama masa sidang ketiga dan rapat evaluasi dan monitoring yang akan dilaksanakan Maret serta rapat kunjungan dewan.

Terkait hal itu, Koordinator Bamus DPRD Makassar, Erick Horas mengatakan pihaknya sudah menyerahkan jadwal rapat untuk dua Ranperda yakni Ranperda Perlindungan Anak dan Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan kepada masing-masing Ketua Pansus.

Oleh karena itu, ia berharap, agar agenda yang telah disusun oleh Bamus dapat berjalan sesuai tanggal yang ditetapkan. Sementara untuk jadwal pembahasan 29 Proglegda, ia mengaku masih menunggu naskah akademik dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot).

“Kami di Bamus sementara susun jadwalnya kalau untuk dua Ranperda itu. Tapi sudah bukan wewenang kami di Bamus untuk mengatur jadwal rapat Pansus, karena itu sudah ranah Ketua Pansus untuk menjadwalkan. Bamus sudah mengeluarkan serangkaian agenda untuk pembahasan Proglegda itu, untuk Prolegda yang lainnya, kita masih menunggu naskah akademik dari Pemkot dan kita juga tidak mau terlalu jauh membahas itu karena tugas dari Badan Legislatif (Baleg),” jelas Erick, Jumat (9/2) kemarin.

Sedangkan untuk Ranperda Penyertaan Modal PT Bank Sulselbar dan Ranperda Perubahan Status PDAM Makassar, Erick mengatakan juga telah menetapkan jadwal rapat Bamus untuk menetapkan masing-masing Ketua Pansus dua Ranperda tersebut.

“Hari ini (kemarin) kita di Bamus juga akan gelar rapat untuk menetapkan Ketua Pansus Ranperda Penyertaan Modal PT Bank Sulselbar dan Ranperda Perubahan Status PDAM Makassar,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Makassar ini menegaskan jika di awal tahun ini, fungsi dewan sebagai pengawas akan dimaksimalkan agar tidak mengulang kepadatan jadwal seperti tahun 2017 lalu. Olehnya itu, pihaknya meminta agar Pemkot Makassar untuk segera menuntaskan secepatnya naskah akademik, sehingga Pansus juga bisa segera mengagendakan rapat pembahasan.

“Seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) selaku Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) juga belum melaksanakan program kerjanya. Kita hanya berharap Pemkot segera memasukkan naskah akademiknya, baru setelah itu jadwal bisa kita tetapkan,” jelasnya.

Erick juga mengimbau kepada seluruh anggota dewan yang masuk sebagai Pansus, agar tetap mengedepankan dan melaksanakan seluruh tugas-tugasnya sebagai wakil rakyat meskipun disibukkan dengan berbagai aktifitas partai jelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) mendatang.

“Saya hanya bisa mengingatkan kepada seluruh teman-teman Pansus dan seluruh anggota dewan, meski tahun ini memang momennya bertepatan dengan tahun politik, namun teman-teman harus tetap mengedepankan tugas dan tupoksi masing-masing selaku wakil rakyat. Fungsi Pengawasan, Legislasi dan Budgeting teman-teman tetap harus jalan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Perlindungan Anak, Lisdayanti Sabri mengakui jika memang pembahasan Ranperda Perlindungan Anak lantaran beberapa anggota Pansus masih sibuk dengan beberapa agenda partai. Apalagi, kata dia, tahun 2018 bertepatan dengan momen Pilwalkot Makassar. Namun, ia juga mengatakan jika pembahasan soal Ranperda itu tetap berjalan di internal Pansus.

“Iyya sementara berjalan, saya sementara menjadwalkan rapat internal dulu dengan tim penyusun naskah akademiknya, sembari menunggu teman-teman Pansus yang lain menyelesaikan agenda lainnya agar bisa kembali fokus untuk rapat Pansus. Kan tidak efektif juga kalau kita sudah jadwalkan rapat tapi tidak hadir semua,” jelasnya.

Ia juga mengaku pembahasan Ranperda Perlindungan Anak akan mulai berjalan efektif di Pansus setelah reses nanti. Dengan demikian, sudah bisa ditetapkan awal bulan April nanti.

“Saat ini masih bahas draft naskahnya, nanti setelah reses awal bulan Maret, baru kita akan genjot pembahasannya. 4-5 kali pembahasan saya kira sudah bisa dirampungkan untuk ditetapkan, Insya Allah awal bulan 4 sudah bisa kami rampungkan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Pansus Pendidikan Anak, Hamzah Hamid menyatakan belum menetapkan jadwal rapat Pansus. Pasalnya, kata dia, anggota Pansus lainnya juga masih mempunyai kesibukan di luar. Ditambah, kata dia, saat ini kerja politik sedang giat di Makassar.

“Nanti setelah ada penetapan calon, baru saya jadwalkan rapat. Karena biar saya atur ditanggal segitu, anggota yang lain tidak hadir karena masih ada kegiatannya di luar,” ungkapnya.

Ditanya mengenai perihal pembahasan yang akan dibahas dalam Pansus dan terget penyelesaiannya, Hamzah optimis akan mampu merampungkannya sesuai dengan target yang sudah ditentukan. “Pasti kita nanti akan genjot dan kerja ekstra untuk menuntaskan secepatnya,” pungkasnya. (*)


div>