KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Di Asia Tenggara, Indonesia Urutan ke-4 Negara Jumlah Penderita Ketulian

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

rakyat-admin

Senin , 22 Agustus 2016 19:31
Di Asia Tenggara, Indonesia Urutan ke-4 Negara Jumlah Penderita Ketulian

int

RAKYATSULSEL.COM – Angka gangguan pendengaran atau ketulian di dunia mencapai 360 juta jiwa. 180 juta di antaranya tersebar di Asia Tenggara. Indonesia menempati urutan keempat di tingkat Asia Tenggara atau sekitar 13 ribu penduduk.

Ketua Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Komnas-PGPKT), dr Damayanti Soetjipto, Sp THT-KL (K) mengatakan, masalah ketulian di dunia mencapai 360 juta atau 5,3 persen penduduk dunia.

Setengahnya atau 180 juta ada di Asia Tenggara. Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Srilanka, Myanmar dan India.

Menurutnya, angka kelahiran di Indonesia yang berpotensi mengalami gangguan pendengaran berat sekitar 13 ribu dari 250 juta penduduk Indonesia.

Dalam hal ini, Komnas PGPKT diberi tugas untuk menurunkan ketulian yang bisa dicegah sebesar 90 persen di tahun 2030.

Tugas itu sesuai SK Menkes no.768/Menkes/SK/VII/2007, yaitu tuli yang  disebabkan otitis media supuratif kronis (congek), tuli kongenital (sejak lahir), tuli akibat bising, presbikusis (tuli orang tua), dan kotoran telinga (serumen).

Saat ini, secara nasional PGPKT telah membentuk 132 Komda di 23 provinsi. “Dari 6.000 Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia, 3.000-nya sudah dilatih bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” jelas Damayanti Soetjipto  yang dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group).

Masalah gangguan pendengaran ini dibahas dalam seminar dan workshop bertema Deteksi Dini Tuli pada Bayi di Hotel Harmoni One, Selasa (16/8).

Kegiatan itu terselanggara atas kerjasama antara Komite Daerah PGPKT dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak Griya Medika. Seminar itu diikti oleh 130-an peserta yang terdiri dari dokter umum, bidan perawat dan mahasiswa kebidanan.(JPG)


div>