• Jumat, 24 Oktober 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Di Kongres HMI, Bakal Ada Aksi Lempar Sepatu ke SBY?

Kamis , 14 Maret 2013 19:29
Total Pembaca : 449 Views

JAKARTA,RAKYATSULSEL.COM – Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembukaan kongres ke-28 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 15-22 Maret di Jakarta akan mengakibatkan kericuhan.

Rencananya, sembilan cabang HMI yang tergabung dalam Gerakan Nasional HMI Anti SBY akan menghadang Presiden bila tetap menghadiri pembukaan kongres di Hotel Borobudur, besok.

“Kami menolak keras kedatangan SBY ke dalam Kongres HMI. Kami menilai dia tidak layak untuk ikut ke dalam kongres,” ujar koordinator gerakan, Abdul Syukur Oumo, dalam jumpa pers di restoran Bakoel Koffie, Cikini Jakarta, Kamis (14/3).

Aksi penghadangan terhadap SBY punya alasan. Presiden divonis sudah gagal memimpin negara dan lamban dalam upaya pemberantasan kasus korupsi.

“SBY gagal memimpin negara ini. Kasus korupsi tidak ditangani dengan baik sebagaimana KPK tidak menuntaskan kasus Century sampai BLBI,” kata Syukur.

Dia menegaskan, jika SBY bersikeras hadir dalam pembukaan kongres, bukan tak mungkin SBY akan kena lempar sepatu.

“Apabila SBY bersikeras datang, kami akan melakukan blokade pada waktu kedatangan beliau, dan kami juga akan melempar sepatu ke SBY. Itu adalah gerakan halal,” jelasnya.

Adapun sembilan cabang HMI yang menyatakan anti SBY tersebut antara lain HMI cabang Depok, Kupang, Bengkulu, Curup, Sukoharjo, Selong, Namlea, Labuhan Raja, dan Bekasi.

Aksi lempar sepatu menjadi satu simbol penentangan kepada tokoh yang dianggap anti demokrasi dan pelanggar HAM.

Salah satu tokoh dunia yang pernah kena lemparan sepatu adalah bekas Presiden Amerika Serikat, George W. Bush. Saat memberikan keterangan dalam acara jumpa pers di Baghdad pada 2008, Bush dilempar dengan sepasang sepatu oleh seorang jurnalis Irak, Muntader al-Zaidi.

Konon, bagi masyarakat Arab, lempar sepatu adalah bentuk penghinaan besar.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pun pernah nyaris jadi korban “sepatu terbang” saat berkunjung ke Mesir pada awal Februari lalu. Hal itu terjadi ketika ia tengah mengunjungi masjid Al-Hussein di Ibu Kota Kairo.


Editor: Azis Kuba