JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Di Lutra, Atribut Alat Peraga Cabup Masih Penuhi Jalan

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 03 September 2015 17:21

LUWU UTARA, RAKYATSULSEL.COM – Masa kampanye telah berlangsung sejak tanggal (27/8) lalu, di setiap daerah yang akan melaksanakan Pilkada seharusnya sudah bersih dari berbagai atribut alat peraga calon bupati. Namun kenyataannya, hingga Kamis (3/9) masih banyak atribut alat peraga yang terpasang di area publik di Luwu Utara.

Atribut alat peraga dalam bentuk spanduk dan baliho itu masih terlihat terpasang di sepanjang pinggir jalan Trans Sulawesi padahal seharusnya sudah dibersihkan sejak masuk tahapan kampanye.

Berdasarkan informasi yang dihimpun RAKYATSULSEL.COM melalui KPUD Luwu Utara, pihak KPUD sudah dua kali menyurat kepada partai, calon serta pemerintah agar alat peraga tersebut segera diturunkan.

“Kami sudah menyurati partai politik dan para calon agar menurunkan alat peraganya. Begitupun kepada pemerintah dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja agar segera bertindak atas alat peraga yang masih terpampang dipinggir jalan,” ucap Komisioner KPU, Abd Aziz, Kamis (3/9).

Untuk mengantisipasi alat peraga yang belum dibersihkan tersebut, pihak KPU Lutra berencana mengundang seluruh pihak yang terkait termasuk Panwaslu. “Sebenarnya yang mepunyai kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah adalah Panwaslu, sesuai PKPU nomor 7 tahun 2015, pasal 72 ayat 2,” tutur Aziz.

Sementara itu Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Lutra, Syamsu Rijal, saat dikonfirmasi terkait alat peraga itu mengatakan bahwa pihaknya telah berkordinasi dengan KPUD untuk membicarakan persoalan tersebut. Namun Panwaslu Lutra belum bisa mengambil tindakan karena terkendala soal anggaran.

“Kami sebenarnya sudah ingin bertindak untuk menurunkan alat peraga itu melalui Satpol PP, akan tetapi masih terkendala penganggarannya. Sebab tidak mungkin juga kami berjalan begitu saja, karena yang akan bekerja di lapangan adalah Satpol PP, dan yang pasti membutuh biaya operasional,” jelasnya.

Dari pantauan RAKYATSULSEL.COM di lapangan, alat peraga berupa baliho dan spanduk masih banyak yang terpasang di pinggir jalan sepanjang jalan poros dan jalan desa lainnya di wilayah kabupaten Luwu Utara.


div>