RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Di Sulsel, Penggunaan Kondom Kurang di Minati

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 25 Mei 2017 20:44
Di Sulsel, Penggunaan Kondom Kurang di Minati

Suasana saat jumpa kemitraan dengan media lokal se Provinsi Sulsel, di Hotel Denpasar Makassar, belum lama ini. Foto: Ashar/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Adanya program Program Keluarga Berencana (KB) milik BKKBN yakni, penggunaan alat kontrasepsi jenis kondom cenderung kurang diminati di Sulawesi Selatan.

Diketahui, dari tujuh model kontrasepsi, penggunaan kondom di masyarakat hanya mencapai 9% saja.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Kepala Bidang Advokasi Penggerakkan dan Informasi (Adpin) BKKBN Sulsel, Amirullah Hamzah. Dia menjelaskan, cenderung kurang diminatinya kondom lantaran cukup banyak pasangan yang lebih nyaman dengan kontrasepsi model lain seperti suntik dan pil.

“Kalau soal sosialisasi masing-masing model kontrasepsi, kami sudah cukup maksimal. Apalagi kami kerap mengampanyekan program KB dengan menggunakan mobil unit pelayanan keluarga berencana,” tandas Amirullah saat menggelar jumpa kemitraan dengan media lokal se Provinsi Sulsel, di Hotel Denpasar Makassar, belum lama ini.

Ia menegaskan, kendati kontrasepsi jenis kondom kurang diminati, bagi pihaknya, yang penting angka akseptor KB di semua kabupaten/kota itu meningkat.

“Dari data 2015 lalu, akseptor baru KB ini yang paling kurang diminati. Padahal segala jenis rasa, size dan model ini sudah ada. Artinya, masyarakat tidak minat pakai kondom ini. Tapi kami optimis akan ada peningkatan selama 2017 ini,” kata dia tanpa menyebut angka atau target yang diberikan Pemprov Sulsel untuk akseptor baru KB di Sulsel.

Ia menambahkan, kondom diproduksi di Indonesia tetapi lebih banyak di ekspor ketimbang pemakaian dalam negeri. Harusnya, masyarakat bisa memahami kondisi angka lahir yang tidak sebanding dengan ketahanan kesejahteraan.

“Bayangkan, kita di Indonesia punya pabrik pembuat kondom tapi 60% itu malah di ekspor,” bebernya.

Selain kondom, penggunaan kontrasepsi dirinci masing-masing dengan Intra Uterine Device (IUD), medis operasi wanita (MOW), medis operasi pria (MOP), implant alias susuk, suntik, dan pil.

“Kami akan terus memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya program KB, terutama warga di daerah pelosok yang tingkat kesadarannya pada program KB perlu ditingkatkan,” tandas dia.


div>