MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Di Ulang Tahun PAN Ke-20, Haris Tappa: Jangan Pernah Khianati Rakyat

Reporter:

Editor:

Arif Saeni

Jumat , 24 Agustus 2018 08:16
Di Ulang Tahun PAN Ke-20,  Haris Tappa: Jangan Pernah Khianati Rakyat

int

DI tengah pergumulan partai-partai di Indonesia, Partai Amanat Nasional (PAN) masih menunjukkan eksistensinya hingga kini sebagai pembawa aspirasi rakyat. Partai dengan lambang matahari ini di hari ulang tahunnya yang ke-20, mencoba terus memahami, bahwa rakyat adalah basis perjuangan partai ini yang sesungguhnya.
Untuk memahami lebih jauh, wartawan RAKYATSULSEl. COM, Muchtar Suma dan Arif Saeni, mewawancarai Ketua DPD PAN Gowa, Abd Haris Tappa, yang juga Wakil Ketua DPRD Gowa. Berikut petikannya.

Bagaimana tanggapan Anda, tentang apa yang harus dimaknai di ulang tahun PAN yang ke-20 ini?
Terima kasih. Saya kira di ulang tahun Partai Amanat Nasional, PAN, yang ke-20 ini, perlunya dilakukan intropeksi sepanjang perjalanan partai ini, bahwa kemudian ada yang perlu dilakukan untuk lebih membumikan PAN kepada rakyat Indonesia, khususnya di Kabupaten Gowa, itulah yang terus kita “geledah” apakah kita sudah menyentuh mereka-mereka yang selama ini ‘terabaikan’ dalam kehidupan, yakni para anak yatim piatu, penyandang cacat, guru sukarela, guru mengaji dan lain-lain sebagainya.
Dalam kondisi inilah, PAN berusaha untuk hadir bersama mereka. Mendorong pemerintah terus menerus, bagaimana mereka mendapat perhatian yang cukup, sehingga tidak termarginalkan dalam sebuah proses pembangunan.

Bagaimana Anda melihat perkembangan PAN dari tahun ke tahun, khususnya di Kabupaten Gowa?
Ya, tentu kami bersyukur dan mengucapkan alhamdulillah, bahwa partai ini, PAN, dari tahun ketahun mengalami peningkatan secara signifikan, baik dari segi jumlah kursi maupun suara partai. Ini sudah barang tentu tidak lepas dari kerja kader yang begitu simultan.

Apakah Anda memiliki data soal itu?
Data yang kami miliki menunjukkan bahwa di pemilihan legislatif periode tahun 1999-2004, jumlah kursi yang diperoleh hanya dua buah–yang kemudian mengalami peningkatan di tahun 2004-2009 sebanyak lima kursi. Pada Pileg selanjutnya jumlah ini masih bertahan hingga kini, dengan raihan suara 38 ribu lebih.

Jumlah kursi yang diperoleh partai Anda mampu bertahan di tengah gempuran partai pendatang baru?
Tanpa dinafikan, kami memiliki basis pemilih yang jelas, yakni dari anggota organisasi Muhammadiyah, walau kami akui bahwa partai kami sangat terbuka, dan welcome bagi siapa saja yang mau bergabung.

Apakah karna partai Anda dipercaya oleh masyarakat pemilih?
Saya kira itu sudah barangtentu, bahwa partai kami masih sangat begitu dipercaya oleh masyarakat, ini mejadi sebuah karunia yang luar biasa. Kondisi ini membuat para kader menjadi tegak berdiri menjalankan roda organisasi, walau diakui, kami tak ingin jumawa.

Adakah persoalan krusial yang Anda hadapi dalam mengembangkan partai ini?
Hal-hal krusial yang kita hadapi memang ada, adalah semakin banyaknya kader, yang sudah barangtentu semakin banyak kita benahi, khususnya bagaimana mereka bisa memahami AD dan ART partai ini. Mengapa ini kita lakukan, karena ini menjadi pijakan kita semua dalam berpartai di PAN.
Nah, kalau ada kesalahpahaman ataukah ada yang mencoba membangun konflik, mereka mungkin kurang memahami AD/ART partai. Ini tentu menjadi pekerjaan semua pengurus dan kader partai.

Lalu langkah-langkah apa yang Anda harus lakukan?
Kita memperbanyan LKAD pada semua tingkatan, dan ini kita sudah lakukan secara berkesinambungan.

Sebagai partai yang basis massanya lebih banyak di kelompok Islam, bagaimana menjadikannnya partai yang banyak dipilih di tengah partai Islam lainnya?
Ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami selaku pengurus partai, bagaimana PAN untuk terus eksis di tengah para pemilihnya. Yang kami lakukan tentunya dengan banyak melakukan pertemuan dengan masyarakat ataukah dalam bentuk penyuluhan, bagaimana posisi politik Islam sekarang ini. Dengan demikian, kami lebih banyak melakukan aksi nyata tentang yang namanya pergerakan.

Bagaimana posisi partai Anda dalam pemerintahan?
Jelas kita adalah mitra pemerintah. Sebagai lembaga yang diberi kewenangan di bidang legislasi dan pengawasan, maka kita akan mengingatkan pemerintah kalau ada yang kurang pas. Apakah program itu pro ataukah tidak pro rakyat, disitulah posisi kita.

Fenomena yang sering muncul pada setiap pencalegan, banyaknya kader yang berpindah partai, kalau tidak mau dikatakan kutu loncat. Bagaimana tanggapan Anda?
Jika ini terjadi, maka ada sesuatu yang mungkin terjadi di dalam tubuh partai. Bisa saja pengkaderan itu tidak berjalan dengan baik, ataukah konsolidasi internal tidak berjalan sebagaimana kita harapkan. Dan alhamdulillah, PAN bisa mengatasi kader yang tiba-tiba pindah partai.

Seringkah terjadi persoalan internal kader dalam pencalegan. Bagaimana Anda mengatasinya?
Kalau di PAN, kita akan lihat bagaimana potensi kader. Kalau kader tersebut mempunyai kapabilitas, aksepbilitas dan kredibilitas, maka kita akan lihat dari tingkat keterpilihannya. Nah, jika merujuk pada tiga hal tersebut masih ada yang kecewa, itulah yang namanya berpartai, karena tidak ada yang bisa kita puaskan semua pihak.
Tapi perlu digaris bawahi bahwa tidak ada yang namanya like and dislike dalam pencalegan.

Bagaimana PAN ke depan di Gowa nantinya?
Kita akan berusaha semaksimal mungkin, agar bagaimana PAN lebih maju dan lebih berpihak kepada Rakyat kecil.

Apa harapan Anda ke partai yang Anda pimpin dalam memajukan daerah ini?
Kita tentu berharap banyak, agar para kader bisa dicintai oleh rakyat, dan jangan pernah mengkhianati rakyat, karena rakyat adalah segalanya. (**)

Data Diri

Nama: Abd Haris Tappa
Tempat tanggal lahir : Panggentungan, 17 April 1968.
Pekerjaan: Wakil Ketua DPRD Gowa
Jabatan di Partai: Ketua PAN Gowa
Istri: Raodah S.Ag.
Anak: 1. Ismi Ainun Amanah
2. Mahathir Mohammad
3. Nurqalby Pati Anta. (**)


Tag
div>