RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dialog KNPI Makassar dan Dompet Dhuafa Ungkap Masalah Pasca Gempa Lombok

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 01 September 2018 16:19
Dialog KNPI Makassar dan Dompet Dhuafa Ungkap Masalah Pasca Gempa Lombok

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proses penanganan bencana  gempa bumi yang terjadi di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ternyata terdapat banyak masalah.

Hal tersebut terungkap dalam Dialog Peduli Lombok yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Makassar dan Dompet Dhuafa di Cafe Kanrejawa, Sabtu (1/9/2018).

Tim Medis PSC 119 Makassar untuk Lombok, Dr dr Hisbullah, mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah semrawutnya pembagian logistik untuk korban bencana dan lambatnya anggaran bantuan.

“Proses penanganan bencana tidak terkoordinir dengan baik. Minimnya informasi membuat banyak korban bencana khususnya di pelosok tidak tersentuh bantuan,” kata dr Hisbullah.

Menurutnya, bercermin dari penanganan Lombok, perlu ada regulasi yang mengatur khusus (nomenklatur) mengenai anggaran bencana. Sebab tidak adanya regulasi itu membuat anggaran bantuan terkadang lambat disalurkan.

Tim Medis IDI Sulselbar untuk Lombok, dr. Abdul Azis menambahkan, masalah penanganan bencana Lombok cukup kompleks. Kondisi korban yang berebutan bantuan logistik kerap terjadi.

“Bahkan mobil yang mengangkut logistik untuk dikirim ke lokasi tertentu kadang diberhentikan di tengah jalan oleh korban bencana, mungkin karena sudah lapar dan sebagainya,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, ada oknum tertentu yang memanfaatkkan bencana ini dengan melakukan penjarahan dan perampokan. Belum lagi banyaknya isu-isu hoax seperti akan ada tsunami membuat kondisi semakin mencekam.

“Tapi secara umum sistem keamanan cukup baik. Kita tinggal lapor polisi atau tentara bila ingin menyalurkan bantuan pasti dikawal,” ucap Azis.

Dalam dialog tersebut, dr Yusuf Bachmid SpM, Praktisi Trauma Healing, ikut memberikan kiat kepada peserta dialog untuk mengurangi trauma bagi korban bencana. “Trauma Healing ini penting untuk tim relawan yang bekerja untuk membantu anak-anak atau warga korban bencana,” jelas dr. Yusuf.

dr Yusuf pun menyarankan agar kedepannya dibentuk tim khusus untuk penanganan bencana ini. Karena menurutnya pemulihan psikologis korban bencana itu tidaklah singkat, bisa memakan waktu 1-2 tahun atau lebih.

Adapun Wakil Ketua Komisi Kesehatan KNPI Makassar yang juga Direktur LKC Dompet Dhuafa Sulsel, dr. Irwan Ashari, mengajak semua pihak untuk ikut membantu meringankan korban bencana Lombok apapun bentuknya. “Kita harapkan kepedulian seluruh elemen agar beban saudara-saudara kita di NTB bisa lebih ringan,” tutur dr. Irga sapaan Irwan. (*)


div>