RABU , 24 JANUARI 2018

Dialog Soal Tambang Sempat Tegang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 24 September 2012 11:30
Dialog Soal Tambang Sempat Tegang

Kades Bontoramba bersama Muspika Pallangga meninjau lokasi tambang illegal Dusun Likuloe.

Kades Bontoramba bersama Muspika Pallangga meninjau lokasi tambang illegal Dusun Likuloe.

GOWA – Pelantikan pengurus Karang Taruna Dusun se-Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Gowa, berbuntut dengan permasalahan tambang di daerah itu. Warga yang menghadiri pelantikan menuntut adanya penertiban yang diakhiri dengan peninjauan lokasi tambang.

Awalnya pelantikan berjalan lancar. Acara dirangkai dialog publik dengan tema “Optimalisasi Pengelolaan dan Pengawasan Tambang dalam Meningkatkan Tarap Hidup masyarakat” bertempat di halaman MTs Taipaleleng, Minggu (23/9).

Warga desa terlihat antusias dan tertib mengikuti acara demi acara dengan narasumber Mappaudang Lingka (Wakil Ketua DPRD Gowa), Syafruddin Ardan (Kadis Tamben), dan AKP Syamsuddin (Kasat Bimmas Polres Gowa). Namun, setelah sesi dialog yang dipandu Sekum DPD Karang Taruna Kabupaten Gowa, Ikbal, suasana memanas.

Terlebih, ketika masyarakat memaksa untuk melakukan peninjauan lokasi dan menertibkan tambang liar yang meresahkan masyarakat desa paling timur Kecamatan Pallangga ditentang aparat. Kepala Desa Bontoramba, Mansyur Sikki didampingi Kadus Balinappang, Tajuddin mengatakan warga di sekitar areal tambang illegal merasa resah dengan hardirnya penambang golongan C.

“Warga khawatir rumahnya akan ambrol jika aksi penambangan illegal tidak segera dihentikan, mengingat jarak galian tambang jenis pasir dengan rumah penduduk hanya berjarak tiga meter,” ujar Mansyur saat meninjau lokasi tambang bersama aparat kecamatan.

Dia memperkirakan sebanyak 37 mesin pompa pengisap pasir dioperasikan di lokasi tambang illegal di dua lokasi yaitu, Dusun Balinappang (30) dan Dusun Likuloe (7). Selain mengancam ratusan pemukiman warga, kata dia, aktivitas tambang illegal ini juga akan merusak saluran irigasi di dua desa yakni, Desa Julupamai dan Bontoramba.

Camat Pallangga, Abd Rahman berjanji untuk segera melakukan pertemuan dengan tim terpadu penertiban tambang illegal untuk mencari solusi dari masalah tersebut. “Insya Allah besok (hari ini, red) Muspika Pallangga akan mengadakan pertemuan dengan tim terpadu dan mengikutsertakan Kades dan tokoh masyarakat Bontoramba untuk membicarakannya,” ujarnya.

Sementara Wakapolsek Pallangga, Amin Juraid mengatakan hasil temuannya di lapangan akan segera disampaikan ke Kapolsek Pallangga. “Temuan ini akan saya sampaikan ke Kapolsek untuk segera diambil tindakan tegas bagi yang melanggar,” jelasnya.

Sementara salah satu tokoh pemuda Bontoramba, Syarifuddin mengaku jenuh dengan metode penanganan tambang illegal di tempat tinggalnya. “Jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti terpaksa masyarakat yang akan bertindak langsung mengamankan lokasi tambang illegal tersebut,” ujar Syarifuddin. (K1/C)


Tag
div>