SENIN , 22 OKTOBER 2018

Diam-diam NasDem Goda Bupati Terpilih

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 06 Februari 2016 12:01
Diam-diam NasDem Goda Bupati Terpilih

int

PENULIS: SOPHIAN
EDITOR: LUKMAN – RIDWAN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Nasional Demokrasi (NasDem) diam-diam tengah merancang strategi khusus untuk menghadapi momentum politik selanjutnya, khususnya Pilkada serentak gelombang kedua 2017 mendatang dan menghadapi verifikasi Pemilu 2019.

Bercermin dari Pilkada serentak gelombang pertama, Desember 2015, NasDem sukses memenangkan lima daerah dari 11 daerah yang menggelar pilkada di Sulsel. Hasil tersebut tentunya cukup fantastis mengingat partai besutan Surya Paloh tersebut terbilang masih muda di kancah perpolitikan.

Saat ini, NasDem disebut tengah membangun komunikasi politik dengan sejumlah elite pemerintahan dan tokoh yang berpengaruh di daerah, untuk direkrut sebagai pengurus NasDem Provinsi.

Plt DPW NasDem Sulsel, Luthfi A Mutty mengatakan partainya tengah berupaya memperkuat struktur kepengurusan jelang verifikasi partai politik peserta pemilihan umum 2019. Salah satunya dengan mengajak tokoh -tokoh pemimpin maupun mantan pejabat di daerah kabupaten/ kota untuk bergabung.

Sejumlah nama pun disebut-sebut menjadi target lobi DPW NasDem Sulsel. Diantaranya Bupati Bulukumba terpilih AM Sukri Sappewali dan mantan Bupati Jeneponto Burhanuddin Baso Tika. “Ada banyak tokoh yang akan bergabung untuk memperkuat NasDem,” ujarnya, Jumat (5/2).

Luthfi mengatakan, bahwa sejauh ini banyak tokoh yang memiliki peluang untuk memperkuat struktur politik NasDem, utamanya tokoh yang tidak berstatus sebagai pimpinan parpol di daerah. “Banyak figur yang selama ini kami anggap mampu memperkuat kinerja politik NasDem, kita akan berikan ruang jika nantinya mereka bergabung,” tegasnya.

Sebelumnya Luthfi mengumumkan ikut bergabungnya mantan bupati Luwu Arham Basmin Mattayang ke NasDem Sulsel. Basmin langsung ditempatkan sebagai Koordinator Daerah untuk kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.

[NEXT-RASUL]

NasDem pun saat ini mulai mengincar, Bupati Bulukumba terpilih, AM Sukri Sappewali untuk bergabung. AM Sukri Sappewali Pada pilkada serentak 2015 lalu, merupakan figur yang diusung dan dimenangkan NasDem yang berpasangan dengan Tomy Satria Yulianto, bersama dengan Gerindra dan Demokrat yang tergabung dalam koalisi. “Karena diusung NasDem, tentu kami harap dia bergabung,” terangnya.

Terkait dengan tawaran NasDem, Bupati terpilih Bulukumba AM Sukri Sappewali menegaskan tidak akan bergabung dengan partai politik mana pun dalam waktu dekat. Apalagi sampai diberi amanat untuk memimpin kepengurusan partai di Bulukumba.

Sukri menyatakan lebih tertarik untuk menjalankan tugasnya selaku bupati, untuk kesejahteraan rakyat. “Tidak ada itu, saya sekarang menunggu jadwal pelantikan dan segera bekerja untuk rakyat Bulukumba,” terangnya.

Sukri mengungkapkan, sebelum mencalonkan diri menjadi bupati, dirinya bersama Gerindra, Demokrat, dan NasDem telah menandatangani nota kesepakatan, yang salah satu bunyinya tidak akan menjadi kader salah satu partai pengusungnya.

“Saya ada diantara ketiga partai pengusung. Harapan saya, kami semua bisa bekerja sama untuk rakyat,” ujarnya.

Sejauh ini Sukri tercatat sebagai salah satu Dewan Pembina Gerindra Sulsel. Menurut Sukri, posisinya itu berbeda dengan status seorang kader karena tidak terlibat keputusan apa pun di partai. Sehingga dipastikan tidak akan condong ke salah satu partai saat memimpin nanti. “Tidak akan ada intervensi. Semua partai bisa memberi masukan untuk saya.” tandasnya.

Terkait langkah cepat yang dilakukan NasDem, Pakar politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad menyebutkan, merupakan hal yang wajar partai pengusung mengajak bupati terpilih untuk bergabung.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, langkah tersebut tentunya merupakan salah satu strategi untuk memperkuat ranting partai di daerah. Apalagi jika berhasil menggaet bupati terpilih untuk memperkuat struktur partai.

“Saya pikir apa yang dilakukan NasDem merupakan salah satu langkah yang baik untuk memperkuat jajaran pengurusnya. Dan tidak ada salahnya jika NasDem melobi bupati terpilih untuk bergabung,” jelasnya.

Firdaus menambahkan, akan ada banyak momentum politik yang akan dihadapi NasDem dan parpol lainnya. Seperti Pilkada serentak 2017, 2018 dan Pileg dan Pilpres 2019.

“Jika tidak bersipa dari sekarang bisa ketinggalan. Apalagi sejauh ini NasDem cukup mendapat kepercayaan dari masyarakat. hal itu dibuktikan dengan lima kemenangan yang diraih di pilkada serentak di Sulsel 2015 lalu,” tegasnya.


div>