RABU , 13 DESEMBER 2017

DIAmi Angkut 222 Ribu KTP ke KPU

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 29 November 2017 12:08
DIAmi Angkut 222 Ribu KTP ke KPU

Dok. RakyatSulsel

– Abaikan Janji Parpol, Pilih Jalur Perseorangan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kandidat petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto, yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), akhirnya memilih jalur independen, untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar. Hari ini, sekitar 222 ribu dukungan KTP untuk DIAmi akan dibawa menggunakan 22 truk ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar.

Keputusan Danny untuk menempuh jalur independen cukup mengejutkan. Status sebagai kandidat petahana nampaknya tak ampuh meyakinkan parpol untuk solid mengusungnya di Pilwalkot Makassar. Meskipun sejumlah partai seperti PDIP, PAN, PKS, PPP, Demokrat, bahkan Gerindra sudah menyatakan akan mengusung DIAmi, tetapi Surat Keputusan (SK) usungan resmi tak kunjung diserahkan.

Tak ingin terjebak, DIAmi memutuskan bertarung di jalur independen.
Danny mengatakan, ia bersama Indira sudah memutuskan untuk maju lewar jalur independen. Apalagi, dukungan dari masyarakat cukup besar.

“Saya pikir desakan rakyat besar sekali untuk maju jalur independen. Rupanya masyarakat tahu tentang membegal dukungan,” ucap Danny, Selasa (28/11) kemarin.

Terkait persiapan mendaftar di KPU Makassar, lanjut Danny, sudah rencanakan dengan matang dan akan identik dengan angka 22. Pihaknya akan menyerahkan 222 ribu dukungan KTP, dan cadangan 200 ribu.

“Massa akan berkumpul di Jalan Metro Tanjung Bunga, yang start dari Amirullah menggunakan sebanyak 22 truk. Untuk KTP, kita akan serahkan sebanyak 222 ribu KTP dan cadangan 200 ribu,” terangnya.

Ia menambahkan, dukungan 400 ribu lebih KTP masyarakat Makassar dilakukan dengan cara door to door, dan secara suka rela. Sehingga, tidak akan menimbulkan masalah dan memenuhi persyaratan yang diberikan oleh KPU. “Insyaallah optimistis tidak ada masalah karena kita lakukan door to door dan suka rela. Mereka sendiri yang pergi fotokopi,” bebernya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Makassar, Syarif Amir, juga memastikan, DIAmi akan mendaftar lewat jalur independen untuk bertarung di Pilwalkot Makassar. Informasi itu didapat setelah mendapat kepastian dari tim DIAmi yang mengabarkan pasangan DIAmi akan hadir besok (hari ini, red), untuk menyerahkan berkas administrasi dukungan.

“Tim DIAmi yang mengabarkan kepastian Pak Danny – Indira menyerahkan berkas dukungan independen ke KPU, pukul sembilan atau sepuluh pagi,” ujarnya.

Syarif menjelaskan, KPU sebagai penyelenggara tetap siap siaga standby di lokasi Hotel Max One, Jalan Makam Pahlawan Makassar, tempat yang dipilih oleh KPU Kota Makassar sebagai sekretariat sementara untuk pendaftaran jalur non partai.

“Sesuai hasil konfirmasi ke KPU, memang pasangan DIAmi mau datang besok (hari ini, red) untuk serahkan berkas. Tapi kita tunggu saja. Apakah hadir atau tidak, kami tetap standby,” terangnya.

Jalur independen, lanjut Syarif, dibuka KPU Makassar sejak 25 November, dan akan berakhir hari ini. “Sejak tanggal 25 November 2017, KPU sudah buka penyetoran data dukungan untuk jalur independen dan batasnya juga sampai 29 November 2017,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, KPU sejak jauh hari menunggu bakal calon untuk perseorangan. Namun hingga batas akhir jalur ini dibuka, tak satupun yang mengajukan berkas. Kecuali tim DIAmi, yang menginformasikan akan mendaftar. “Untuk syarat yang harus dilalui oleh calon independen, KPU Makassar mewajibkan bakal calon menyetor 65.500 KTP dukungan,” pungkasnya.

Menanggapi langkah politik DIAmi, pakar politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Aswar Hasan, menuturkan, langkah Danny melaju di pilwalkot tidak jauh berbeda dengan bakal calon Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo (IYL). Menurutnya, Danny memang harus belajar dari keputusan IYL dengan memilih jalur independen, jika tidak mendapatkan jaminan dukungan dari partai.

“Memang sebaiknya Danny kalau tidak bisa memastikan dukungan partai, memilih jalur independen segera. Apalagi, pendaftaran jalur independen calon kepala daerah akan segera ditutup. Kalau ada partai yang mau merapat, itu dijadikan sebagai pendukung,” jelasnya.

Saat ditanya terkait optimalisasi kerja-kerja parpol yang hanya menjadi pendukung Danny, Aswar menjelaskan, pastinya tidak akan terlalu berbeda apabila parpol menjadi pengusung. Karena memang sistem struktural parpol telah teratur dan tertata dengan baik dalam setiap event politik.

“Partai itukan sudah ada struktur sampai tingkat akar rumput, tergantung nantinya bagaimana menggerakkannya. Parpol itu memiliki basis ideologi, basis konstituen, tergantung cara menggerakkannya nanti. Jadi tetap terbuka dukungan parpol,” paparnya.

Sementara, Direktur Epicentrum Politica, Iin Fitriani, menuturkan, kalaupun nantinya Danny memilih jalur independen, itu adalah keputusan terbaik menurutnya. Karena memang, jalur parpol yang selama ini menggantung belum tentu akan memberikan hasil baik kepada Danny sendiri.

“Keputusan politik Danny patut dihargai. Itu berarti pertimbangan politik Danny lebih cenderung mendatangkan manfaat baginya jika dia memilih jalur independen,” tuturnya.

Apalagi memang, persyaratan untuk bertarung pada hajatan politik lima tahunan tersebut ada dua, yakni jalur parpol dan independen. Sehingga, apabila Danny lebih memilih jalur independen, tentu itu bukan menjadi hal yang cukup mengejutkan.

“Dan jalur independen juga kan merupakan jalur resmi. Jadi sebenarnya tidak ada yang mengherankan jika dia menempuh jalur itu,” jelas Iin. (*)


div>