SENIN , 17 DESEMBER 2018

DIAmi Bisa Gugat Balik KPU

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Jumat , 27 April 2018 10:25
DIAmi Bisa Gugat Balik KPU

Dok. RakyatSulsel

*Jika Eksekusi Putusan MA

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sengketa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar kini terus bergulir. Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Marhuma Majid, mengatakan, KPU masih menunggu salinan putusan MA, dan memastikan akan bekerja berdasarkan undang-undang.

“Sudah pasti akan menjalankan putusan MA. Tapi, belum ada salinan putusan, kami masih menunggu. Yang pasti, KPU kan bekerja berdasarkan undang-undang,” kata Marhuma, Kamis (26/4) kemarin.

Ia menegaskan, secara hukum putusan MA memang sudah final dan mengikat. Sehingga tidak ada lagi pilihan KPU, kecuali mengeksekusi putusan PT TUN.

“Kalau secara hukum, putusan Mahkamah Agung itu final dan mengikat,” tegasnya.

Humas KPU Kota Makassar, Rahma, mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih melakukan konsultasi terkait hal tersebut. “Iya, kita masih konsultasi,” singkat Rahma, terpisah.

Disinggung soal apakah KPU Makassar bisa mengajukan PK ke MK untuk menguji keputusan PT TUN terkait sengketa Pilwalkot Makassar, Rahma mengaku tidak punya hak untuk menjawab.

“Tanya ke pakar hukum soal ini. Karena untuk menjawab itu, lebih tepat yang berkomentar pakar hukum,” ucap Rahma.

Ia mengaku bingung dengan langkah yang direkomendasikan sejumlah pihak, terkait akan mengajukan PK ke tingkat MK.

Pihaknya akan menunggu hasil konsultasi ke KPU Provinsi dan KPU RI tentang langkah apa yang bakal ditempuh, paling lambat Senin, 30 April 2018 mendatang.

Sementara, Pakar Hukum Politik, Mappinawang, menjelaskan, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi), masih memiliki peluang untuk melakukan upaya hukum. DIAmi dalam hal ini selaku pihak yang dirugikan oleh keputusan MA yang menguatkan putusan PTTUN Makassar.

Langkah hukum itu, kata dia, adalah melakukan gugatan jika KPU Makassar mengeluarkan putusan yang mendiskualifikasi pasangan DIAmi, dari pencalonan di Pilwalkot Makassar.

“Begini, KPU nanti kan akan mengeluarkan surat keputusan. Nah, itu menurut saya masih ada jalannya itu. Menggugat keputusan KPU yang mendiskualifikasi pasangan DIAmi ke Mahkamah Agung,” jelasnya. (*)

 

 


div>