SABTU , 20 OKTOBER 2018

DIAmi “Menang Telak” di Debat Kandidat, Laskar Ana’ Lorong Makin Bangga

Reporter:

Iskanto

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 17 Maret 2018 15:00
DIAmi “Menang Telak” di Debat Kandidat, Laskar Ana’ Lorong Makin Bangga

Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto foto bersama pelaksana tugas (Plt) Ketua Laskar Ana' Lorongna Makassar, Harlinda Pati usai mendampingi DIAmi mengikuti debat kandidat atau debat terbuka yang diinisiasi oleh KPU Kota Makassar di Hotel Clarion, Jalan AP. Pettarani, Jumat malam (16/3/2018). Foto: Iskanto/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Organisasi massa Laskar Ana’ Lorongna Makassar (LALM) mengaku bangga sebagai bagian dari relawan pemenangan pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira) di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar tahun ini.

Hal ini dikatakan oleh pelaksana tugas (Plt) Ketua Laskar Ana’ Lorongna Makassar, Harlinda Pati usai mendampingi DIAmi mengikuti debat kandidat atau debat terbuka yang diinisiasi oleh KPU Kota Makassar di Hotel Clarion, Jalan AP. Pettarani, Jumat malam (16/3/2018).

Menurut Harlinda, debat kemarin membuktikan kualitas Danny-Indira untuk memimpin Kota Makassar. “Debat kemarin memperlihatkan kepublik kualitas yang sangat berbeda antara langit dan bumi,” kata dia, Sabtu (17/3/2018).

Atas hal itu, seluruh anggota LALM bangga dan makin optimis untuk memenangkan pasangan nomor urut dua itu. Tidak hanya itu saja, setelah menyaksikan debat kandidat, militansi anggota LALM tentu makin kuat.

“Laskar Ana’ Lorongna Makassar semakin bangga pada pasangan DiaMi dan semakin membuat kami militan kepada pilhan kami,” ucapnya.

Dari pantauan wartawan, di lima segmen debat, pernyataan-pernyataan Appi memang hampir semuanya dibantah dengan data oleh Danny.

Bahkan pada saat Appi memaparkan rencana untuk menghentikan reklamasi yang ada di Makassar. Danny menanggapi dengan pernyataan bak “skak mat”. Lantaran, tidak ada wewenang Wali Kota dalam kebijakan reklamasi, tapi hal itu adalah kebijakan pemerintah provinsi dan sudah diatur dalam Undang-undang 23 tahun 2014.

“Jangan maki kita. Yang cocok DIAmi karena lebih pintar dan cerdas,” tandasnya. (*)


div>