SENIN , 23 JULI 2018

DIAmi VS Appi – Cicu, Adu Program Bidang Infrastruktur

Reporter:

Armansyah - Alief

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Maret 2018 13:45
DIAmi VS Appi – Cicu, Adu Program Bidang Infrastruktur

PILWALKOT MAKASSAR 2018. Dok . RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dua kandidat yang bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, berusaha menarik simpati masyarakat melalui program-programnya.

Di bidang infrastruktur misalnya. Petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) fokus pada pembangunan jalan. Sedangkan penantang, Munafri Arifuddin – Rachmatika Dewi, akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Danny mengatakan, untuk persoalan infrastruktur, sebagian besar yang sering disampaikan masyarakat adalah persoalan pembangunan jalan.

“Saya kira yang terbanyak itu adalah persoalan pembangunan jalan. Maka dari itu, kita akan konsen kesitu, kemudian Singara’ Lorongta dan juga Longgar serta Drainase,” ungkap Danny, Senin (5/3) kemarin.

Ia mengatakan, dengan adanya Instagram DIAmi yang akan dibagikan ke setiap RT, masalah dan keluhan masyarakat akan ditampung. Baik itu persoalan ekonomi, kesehatan, bahkan jika ada persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Jadi semua Instagram program dari masyarakat, lebih mudah kita jalankan karena semua serba tertulis, semua serba diperjanjikan dan serba teratur. Yang sulit itu, kita jadikan pilkada untuk menebar janji-janji yang kemudian dibuat semacam musrembang, itu tidak perlu lagi karena betul-betul diperjanjikan,” jelasnya.

Danny mengatakan, untuk jalan, pihaknya akan mempetakan dan melihat dari masukan dan keinginan masyarakat. Sehingga, indikasi kecurangan atau main mata dalam memudahkan proyek akan terhindarkan.

“Kalau sebelumnya dicurigai mau proyek, ini tidak lagi karena sudah ada semua dalam catatan di Instagram DIAmi,” pungkasnya.

Sementara, Appi – Cicu memastikan akan merealisasikan sejumlah program unggulannya jika terpilih nanti di Pilwalkot Makassar. Program unggulan tersebut di luar dari program Rp 50 juta untuk ORT/ORW per tahun, yang beberapa waktu lalu diluncurkan dan sukses mendapat apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Makassar.

“Program ini akan jadi program andalan dan menjadi prioritas Appi-Cicu, karena diyakini dapat memenuhi dan jadi solusi permasalahan yang selama ini kerap terjadi di tengah masyarakat Kota Makassar,” ujar Juru Bicara Appi-Cicu Oke (ACO), Ar Sony, terpisah.

Dijelaskannya, program unggulan tersebut akan menjadi prioritas pasangan Appi-Cicu kelak jika terpilih. Sebab, program tersebut dibuat berdasarkan hasil survei kebutuhan masyarakat.

“Kenyataan yang didapatkan di lapangan sesuai hasil survei itulah kemudian yang diramu dengan ide kandidat bersama tim perumus visi-misi, yang melibatkan berbagai unsur, antara lain dari akademisi, praktisi hukum, dan pemerintahan,” paparnya.

Politisi PDI-Perjuangan ini pun membeberkan sejumlah program andalan Appi-Cicu, khususnya di bidang infrastruktur. Antara lain, perbaikan sarana perekonomian rakyat. Dimana pasangan ini akan memaksimalkan agar pasar tradisional kembali berjaya di Kota Makassar.

“Kita akan fokus terhadap pelestarian pasar tradisional. Kita ingin menghidupkan dan mengubah image jika pasar tradisional itu kumuh. Dengan demikian, masyarakat akan lebih nyaman berbelanja di pasar-pasar tradisional,” ungkapnya.

Selain itu, pemerataan sarana infrastruktur pendidikan yakni sekolah juga akan menjadi prioritas lainnya. Hal tersebut demi terciptanya pemerataan pendidikan.

“Selama ini, kesenjangan sekolah unggulan dengan sekolah biasa sangat jauh, sehingga kadang orang tua siswa enggan menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang fasilitasnya minim, mereka lebih memilih sekolah unggulan. Dengan perbaikan sarana pendidikan maka seluruh sekolah akan mempunyai fasilitas yang setara, termasuk kualitas tenaga pengajarnya,” jelasnya.

Ar Sony pun menjamin jika program perjuangan Appi-Cicu tersebut dapat terealisasi hanya dalam waktu satu periode pemerintahan kelak.

“Intinya program ini berbeda. Kita tidak akan membangun halte yang tidak memiliki mobil petepete. Fokus kita mempertahankan yang telah ada sejak Wali Kota Patompo hingga Pak IAS,” pungkasnya. (*)


div>