RABU , 13 DESEMBER 2017

“Dibanjiri” Gelar Adat, Pengakuan Masyarakat Atas Kinerja Kajati Sulselbar

Reporter:

Editor:

niar

Jumat , 03 November 2017 08:36
“Dibanjiri” Gelar Adat, Pengakuan Masyarakat Atas Kinerja Kajati Sulselbar

int

MAKASSAR, RAKSUL.COM- Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar Dr Jan S Maringka SH MH mendapat sejumlah tanda kehormatan dan gelar adat oleh masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Tanda kehormatan dan gelar adat tersebut diperolehnya dalam roadshow kunjungan kerja di wilayah hukum yang dipimpinnya, belum lama ini.

Gelar adat bukanlah merupakan sesuatu yang mudah diperoleh, butuh pengakuan untuk mendapatkannya.

Seperti halnya, Jan S Maringka, tiga gelar adat yang diperoleh dari Kabupaten Bone, Mamuju, dan Bulukumba merupakan pengakuan dan apresiasi masyarakat dan pemerintah atas kinerjanya yang dinilai gigih sehingga berhasil mewujudkan penegakan hukum di wilayah Sulselbar, termasuk berhasil mengawas kasus korupsi, dan melaksanakan fungsi TP4D.

Tiga gelar adat yang diperoleh Jan S Maringka, yaitu gelar Lamappatongeng Daeng Situju. Gelar adat ini diberikan oleh Lembaga Adat Daerah di Kabupaten Bone.

Selanjutnya, di Kabupaten Mamuju, pria yang aktif sebagai pembicara dalam berbagai forum diskusi dalam organisasi penegak hukum dalam maupun luar negeri ini, mendapat tanda kehormatan sebagai To Mampingkarroang Katongangang dari Maradika, Raja Mamuju.

Sementara, di Kajang atau Bulukumba, pria kelahiran Jakarta, 11 Oktober 1963 ini mendapat gelar Puto Lambeng oleh Amatowa, Kajang. Selain itu, Jan juga disebut sebagai warga kehormatan Sulsel dari Pemerintah Provinsi Sulsel belum lama ini.

“Pemberian gelar adat adalah wujud apresiasi masyarakat atas upaya penegakan hukum yang telah kami lakukan selama ini,” pungkasnya. (Nia)


div>