KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Diduga Aniaya Panwascam Sangkarrang, Sekertaris KPU Makassar Diadukan ke Bawaslu

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Lukman

Jumat , 06 Juli 2018 21:30
Diduga Aniaya Panwascam Sangkarrang, Sekertaris KPU Makassar Diadukan ke Bawaslu

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ada insiden yang tidak menyenangkan pada saat rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan suara pemilihan Walikota Makassar, dimana salah seorang Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kepulauan Sangkarang, Rusli diduga dipukul oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, Sabri saat perhitungan dimulai di hotel MaxOne jl Taman Makan Pahlawan, Kota Makassar, Jum’at (6/7).

Ketua Panwaslu Sulsel, Nursari mengatakan adanya dugaan pemukulan oleh Sekretaris KPU Sulsel, pihaknya sangat menyayangkan apalagi disaat perhitungan Panwascam Sangkarang sementara bertugas.

“Kami sangat sayangkan apalagi kami sementara menjalankan tugas dan itu saya lihat di depan mata saya,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan dengan kejadian tersebut, pihaknya telah melaporkan sekertaris KPU Makassar, Sabri kepada pihak berwajib dalam hal ini, Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) atau kepolisian begitupulan ke Bawaslu RI.

“Kita sudah membuat laporan kepihak berwajib dalam hal ini Gakumdu dan kita juga telah sampaikan kepada Bawaslu,” ucapnya.

Nursari menyebutkan jika kejadian tersebut salah satu menghalang-halangi Panwaslu, padahal dalam undang-undang telah diatur jika ini adalah menrupakan mengalangi-mengalain penyelanggara dalam menjalankan tugas.

Apalagi setelah inseden dugaan pemukulan tersebut, seluruh Panwascam 15 kecamatan tidak diizinkan lagi mengikuti rekapitulasi dan penetapan Pilwalkot Makassar.

“Ini menjadi pertanyakan kita juga, padahal dalam Bawaslu nomor 14 tahun 2018 rekap tingkat kota panwascam diperbolehkan untuk membatu Panwaslu, dengan tujuan jika ada rekap tidak sesuai data versi kami bisa langsung dipertanyakan panwacam,” tuturnya. (*)


div>