SENIN , 17 DESEMBER 2018

Diduga Cemari Lingkungan, BLH Sidrap Tinjau Ulang Limbah Pabrik Tali Rafia

Reporter:

dedi

Editor:

Kamis , 08 Desember 2016 20:41
Diduga Cemari Lingkungan, BLH Sidrap Tinjau Ulang Limbah Pabrik Tali Rafia

int

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sidrap akan melakukan peninjauan ulang limbah pabrik tali rafia CV Al Amin di Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap.

Kabid Penaatan dan Komunikasi Lingkungan BLH Sidrap, Andi Baso, mengaku siap melakukan peninjauan ulang limbah pabrik tali rafia yang diduga mencemari lingkungan dan menggangngu kesehatan masyarakat.

“Kami siap melakukan peninjauan ulang bilamana sudah ada masyarakat yang terkena dampak masuk melapor ke kantor Badan Lingkungan Hidup terkait dugaan pencemaran lingkungan hingga mengganggu kesehatan warga,” katanya, Kamis, (8/12/2016)

Ia mengklaim bahwa, pabrik tersebut sudah mengantongi surat izin gangguan Hinderordonnantie (HO).

Izin ini, katanya tidak semerta-merta keluar harus melalui beberapa tahapan mulai dari persetujuan warga atau tetangga yang akan terkena dampak hingga persetujuan pemerintah setempat.

Izin tersebut, lanjut Andi Baso diberikan kepada kegiatan usaha kepada orang pribadi atau badan dilokasi tertentu yang berpotensi menimbulkan bahaya kerugian dan gangguan, ketentraman dan ketertiban umum.

“Akan tetapi jika ada keluhan dari warga dengan dugaan pencemaran lingkungan hingga mengganggu kesehatan dari asap maupun limbah pabrik itu, maka akan dilakukan peninjauan ulang lokasi,” ucapnya.

Lebih jauh Andi Baso menjelaskan, sebelumnya awal berdirinya pabrik tersebut warga juga pernah mengeluhkan cerobong asap dan bunyi mesin yang beroperasi siang malam sehingga tim BLH turun melakukan peninjauan sekaligus mempertemukan pihak pabrik dan warga setempat.

Pada pertemuan itu, katanya, turut dihadiri Kapolsek, Danramil, Kepala Kelurahan hingga Camat Baranti. “Pada saat itu, didiskusikan terkait masalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pabrik tali rafia ini termasuk Instalasi pengolahan Air limbah (IPAL),” tandasnya.

Terpisah, Lurah Panreng, Sudirman saat dihubungi melalui via telepon menyebutkan, saat ini pihak pemerintah setempat telah berupaya mempertemukan kembali pihak pabrik dengan warga terkena dampak.

“Ini baru kita cari solusinya terkait dugaan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan akibat produksi pabrik tali rafia itu, karena kami tidak mau ada perselisihan antara pihak pabrik dan warga setempat,” singkatnya.

Sebelumnya pun, puluhan masyarakat mengeluhkan aktivitas perusahaan tali rafia yang berdomisili di pemukiman warga di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Sidrap. Pasalnya, limbah pabrik tersebut diduga mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga dengan mengeluarkan bau tak sedap.

Hingga membuat warga sering sakit-sakitan seperti mual, pusing kepala hingga sakit perut terutama bagi anak-anak yang sering muntah-muntah. (zah)


div>