SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Diduga Ilegal, Tujuh Unit Sepeda Motor Disita di Pelabuhan Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 24 Maret 2017 12:20
Diduga Ilegal, Tujuh Unit Sepeda Motor Disita di Pelabuhan Parepare

Foto : Buruh Pelabuhan Nusantara Parepare membantu pihak kepolisian menurunkan tujuh unit motor yang diduga ilegal di kawasan Pelabuhan Nusantara Parepare, Jumat, (24/3).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Polres Parepare kembali menyita tujuh unit sepeda motor yang diduga ilegal.

Tujuh unit sepeda motor jenis bebek dengan merek bervariasi ini diamankan pihak kepolisian KPN lantaran tak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan, seperti STNK, dan surat jalan.

Menurut Kepala Polsek KPN, AKP Syarifuddin Limpo, tujuh unit sepeda motor tersebut disembunyikan di atas truk dengan nomor polisi KT 8118 KZ. Dalam giat Patroli Multi Kejahatan (PMK) yang dipimpinnya pada pukul 08.30, Jumat, (24/3) pagi, pihaknya menggeledah barang bawaan setiap penumpang KM Swarna Bahtra yang baru tiba dari Balikpapan untuk memastikan tindak kejahatan tidak terjadi, seperti membawa narkoba, senjata tajam, miras, dan kejahatan lain.

Rencananya, motor-motor yang diduga selundupan tersebut akan dibawa ke Desa Massepe, Kabupaten Sidrap untuk diserahkan kepada pemiliknya yang bernama H Yahya.
[NEXT-RASUL]

“Tujuh motor ini diangkut di atas truk yang biasanya memuat sayuran. Waktu kami periksa saat Kapal Swarna bersandar dari Balikpapan, 7 sepeda motor di atas truk Dyna tersebut ditutupi peti kayu, dan karet ban lalu ditutup terpal. Kalau dilihat sepintas, memang tidak kelihatan,” jelas AKP Syarifuddin.

Diuraikan, jika dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya mengecek dokumen kelengkapan sepeda motor tersebut, namun tak satupun dokumen kendaraan yabg diperlihatkan oleh pengemudi.

“Jadi karena diduga ilegal, jadi kita amankan mobil truk tersebut beserta supirnya yang bernama Rasyid (50), dan tujuh unit motor bebek itu,” terangnya.(nia)


Tag
div>