RABU , 17 OKTOBER 2018

Diduga Kongkalikong, PB HPMB Kecam Penggusuran Kios di Pantai Seruni

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Selasa , 04 September 2018 14:08
Diduga Kongkalikong, PB HPMB Kecam Penggusuran Kios di Pantai Seruni

Proses pembongkarang kios di Pantai Seruni Bantaeng.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (PB – HPMB) mengecam kebijakan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng. Pengecaman dilakukan terhadap penggusuran sejumlah kios Pedangang Kaki Lima (PKL) Di Zona 2 Pantai Seruni, Selasa, (4/9).

Ketua umum PB HPMB, Ardiansyah mengatakan bahwa tindakan yang di lakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dibantu Satpol PP Bantaeng bukan tupoksi dari SKPD tersebut. Dia juga menduga ada ‘kongkalikong’ yang terjadi pada penggusuran tersebut.

Dirinya juga siap bersama masyarakat dan PKL Pantai Seruni untuk menindaklanjuti terkait tindakan pemerintah kabupaten Bantaeng tersebut.

“Saya mengecam atas tindakan kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dan kepala Satpol PP Bantaeng yang menjalankan tugas yang sebenarnya bukan tupoksinya,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, harusnya Dinas Tata Ruang lah yang melakukan penggusura tersebut karena sesuai dengan tupoksinya.

” Ini tidak balance, harusnya Dinas Tata Ruang yang mengusur, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kumdag) dan kepala Satpol PP kami pertanyakan tupoksinya,” jelasnya.

Sementara itu, Pengurus Busat Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng di Bidang Advokasi dan Humas, Saepul juga menegaskan bahwa tindakan yang di lakukan oleh pemerintah Bantaeng sangat merugikan para pedagang.

“Saya selaku Ketua bidang advokasi PB – HPMB menyatakan siap untuk bekerja sama dengan masyrakat Pedangan Kaki Lima zona 2 pantai seruni untuk menyuarakan suara rakyat. Karena di pantai seruni itu sangat membantu perekonomian terhadap orang-orang yang menengah kebawah,” tegasnya.

” Seharusnya yang tindaki Pedangan kaki lima pantai seruni itu Dinas tata ruang dan pemukiman yang bertanggung jawab,” tambahnya. (*)


div>