RABU , 12 DESEMBER 2018

Diduga Masuk Angin, HPMB Minta Kapolda Sulsel Copot Kapolres Bantaeng

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Sabtu , 06 Oktober 2018 08:59
Diduga Masuk Angin, HPMB Minta Kapolda Sulsel Copot Kapolres Bantaeng

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) kembali melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Jalan Perintis kemerdekaan, Makassar, Jumat (05/10) sore.

Aksi ini digelar karena tidak becusnya penanganan kasus korupsi dana hibah sebesar Rp50 juta Tahun Anggaran 2015 yang melibatkan mantan ketua HPMB Wardiman Daeng Sipato yang  saat itu di kudeta jabatannya sebagai Ketua Umum HPMB karena terlibat tindak pidana korupsi.

Aksi yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap), Ahmad Irzan ini sebelum bergeser ke Mapolda sulsel terlebih dahulu berorasi di Jalan AP Pettarani. Dengan membakar ban bekas dan selanjutnya bergeser ke Mapolda Sulsel.

Demonstrasi ini merupakan aksi yang kesekian kalinya sejak diprosesnya kasus ini di Polres Bantaeng sejak tahun 2016 lalu. Dalam orasinya, Ahmad Irzan mengatakan bahwa tidak ada kinerja Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan dalam  upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Banteng.

” Kasus korupsi HPMB yang hanya puluhan juta saja tidak mampu di tuntaskan padahal sudah hampir tiga tahun bergulir di unit Tipikor Polres Bantaeng. Ini bukti tidak seriusnya Polres Bantaeng dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di bumi Butta Toa, Bantaeng. Kapolda sulsel sebaiknya segera mencopot Adip Rojikan dari jabatannya dan ambil alih kasus ini,” kata Ahmad Irzan sambil berteriak.

Ketua Umum HPMB, Ardiansya mengatakan bahwa Hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Bantaeng telah dikantongi pihak Polres Bantaeng namun sengaja dipetikemaskan.

“Kami kecewa dengan kinerja Kapolres Bantaeng yang katanya memiliki keahlian dalam tindak pidana korupsi mengingat beliau adalah mantan Kasubdit. III Dirkrimsus Tipikor Polda Sulsel, namun faktanya di Bantaeng malah masuk angin dan tidak ada hasil,” tegas dia.

Perwakilan massa HPMB di terima oleh salah satu Piket Dirkrimsus Tipikor Polda SulSel di ruang SPKT , Iptu Muhlis yang mengatakan bahwa sebaiknya  mahasiswa menyurat ke Kapolda Sulsel agar kasus tersebut cepat ditindaklanjuti untuk segera memanggil Kapolres dan Kasat Serse Polres Bantaeng untuk datang gelar perkara di Polda Sulsel mengingat kasus sudah lumayan lama. (*)


Tag
div>