JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Diduga Palsukan Akta Kelahiran, Hasil Pilkades Pattallassang 2017 Digugat

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Kamis , 19 Juli 2018 21:40
Diduga Palsukan Akta Kelahiran, Hasil Pilkades Pattallassang 2017 Digugat

DPD LSM LIRA, Yusdanar bersama dengan Subair saat menggelar konferensi pers yang digelar di Soerabi, Jalan A Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Rabu (18/7).

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pattallassang Kecamatan Tompobulu tahun 2017 lalu, yang diikuti oleh dua kandidat, yakni nomor urut satu, Subair melawan kandidat nomor urut dua, Subhan. Pilkades Pattallassang ini berakhir dengan selisih 5 suara dan dimenangkan oleh Subhan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Soerabi, Jalan A Mannapiang, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Rabu (18/7), Subair yang juga incumbent didampingi oleh kuasa hukumnya, Winda Anwar, SH, MH dan dikawal langsung oleh DPD LSM LIRA, Yusdanar merasa dirugikan pada Pilkades Pattallassang tahun lalu.

Adapun salah satu kecurangannya yakni adanya pemilih dibawah umur yang lahir pada 12 Juli 2002 tapi memilih pada Pilkades tahun 2017.

“Pihak tergugat (Subhan) melampirkan akta kelahiran yang diduga keras palsu atas nama Muh Akram Mubarak. Orang tuanya menikah tahun 2000 anaknya juga lahir di tahun yang sama, ini sudah jelas pemalsuan akta kelahiran agar anak ini dapat memilih,” jelas Yusdanar.

Setelah ditelusuri, Muh Akram Mubarak ternyata lahir pada tanggal 12 Juli 2002, namun sengaja dipalsukan oleh Suardi, SH (Kuasa Hukum Subhan) dan dijadikan alat bukti dipersidangan untuk membuktikan tidak adanya pemilih dibawah umur.

“Saya datang ke Kadis Capil (Amri Pakanna), dia mengatakan bahwa akta tersebut tidak pernah dia terbitkan apalagi ditandatangani dan tidak ada dalam data base Disdukcapil Bantaeng,” kata dia.

Dia juga menyebutkan bahwa terdapat pemilih terbelakang mental sebanyak 7 orang dan pemilih ganda 20 orang dan semua bukti ini telah dia laporkan.

Karena pemalsuan tersebut, Subair dan kuasa hukumnya akan melaporkan Kepala Desa Pattallassang terpilih, Subhan dan Kuasa Hukumnya, Suardi, SH ke Polda Sulsel terkait pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP memberikan alat bukti palsu dan pasal 242 ayat 1 dan 2 KUHP memberikan keterangan palsu. (*)


div>