SELASA , 17 JULI 2018

Diduga Serobot Tanah Adat, PT Vale Didemo Masyarakat

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 24 Februari 2016 16:47
Diduga Serobot Tanah Adat, PT Vale Didemo Masyarakat

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Diduga melakukan penyerobotan atas Tanah Adat, PT Vale Indonesia Tbk didemo masyarakat Luwu Timur. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di jalur tambang milik perusahaan yang mengeksplorasi tambang nikel di wilayah kabupaten Lutim ini.

Masyarakat setempat menuntut PT Vale Indonesia agar mengembalikan tanah adat milik rakyat tersebut.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa memblokade jalan serta melakukan sweeping terhadap karyawan yang melintas serta membakar ban bekas di bahu jalan. “Kami menutut agar pihak PT Vale tidak mengganggu tanah adat yang dikelola warga setempat, karena tanah tersebut tidak termasuk dalam konsesi perusahaan tambang nikel itu,” kata Andi Baso, anggota dewan adat Lutim.

Selain itu, kata Andi Baso, masyarakat juga menutut PT Vale agar memberdayakan masyarakat lokal dan memberi ganti rugi terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat eksplorasi tambang yang telah dilakukan.

“Kami juga menuntut kepada PT Vale agar mengganti kerugian terhadap apa yang ditimbulkan selama ini pada kawasan tanah adat,” ujar Andi Baso.

Aksi tersebut melibatkan ratusan warga gabungan dari sembilan anak suku yang ada di Lutim, yakni suku Padoe, Weula, Karunsie, Pekaloa, Turea, Beau, Timampu, Tambee dan Sukma Loeha, yang tersebar di tiga Kecamatan dalam wilayah konsesi PT Vale.


div>