SELASA , 18 DESEMBER 2018

Dies Natalies XIX, IPPEMSI Makassar Tampilkan Teatrikal Ketertindasan

Reporter:

Iskanto

Editor:

Kamis , 18 Oktober 2018 15:00
Dies Natalies XIX, IPPEMSI Makassar Tampilkan Teatrikal Ketertindasan

aksi teatrikal dalam malam Puncak Dies Natalies XIX IPPEMSI Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tampilan ketertindasan menjadi tontonan yang menyentuh nurani setiap orang yang hadir dalam malam Puncak Dies Natalies XIX IPPEMSI Makassar. IPPEMSI Makassar merayakan Hari bersejarahnya tersebut di hotel Amaris Jalan Boulevard, Rabu (17/10) malam.

Pada Dies kali ini IPPEMSI menampilkan teatrikal yang di perankan oleh anggota IPPEMSI Makassar yang bercerita tentang keadaan yang sudah dan sedang terjadi di Kecamatan Simbuang dan Mappak. Dimana selama ini kedua kecamatan ini hanya dibuai oleh janji-janji Politik ketika masa kampanye tiba.

Oleh karena itu, IPPEMSI Makassar bertekad di usia 19 tahun ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi IPPEMSI Makassar. Di tengah-tengah ketertindasan yang dialami oleh masyarakat dua kecamatan ini diharapkan IPPEMSI hadir membangunkan mereka yang selama ini menjadikan daerah itu sebagai objek kampanye agar menjadikan simbuang mappak sebagai objek pembangunan.

Ketua Umum IPPEMSI Agustinus Risal mengaku miris dengan kondisi yang dialami dua kecamatan tersebut. Kata dia, IPPEMSI Makassar akan selalu memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat disana.

“Teatrikal ini betul bahwa kita adaptasi dari kondisi yang riil yang ada di dua kecamatan yakni Simbuang dan Mappak dan keadaan tersebutlah yang membuat IPPEMSI berdiri dan akan selalu berdiri berjuang untuk kemerdekaan Simbuang-Mappak,” kata dia.

Sementara itu Hardianto Masarrang S.H selaku koordinator BVO IPPEMSI menyampaikan hal yang sama. Yakni memperjuangkan hak Kecamatan Simbuang dan Mappak.

“Simbuang-Mappak harus merdeka di segala bidang dan kita harus berjuang untuk itu,” terangnya.

Ditempat yang sama, penasehat organisasi Elias Robert SE dengan tegas mengatakan siap melakukan aksi-aksi yang menggambarkan kehidupan di daerah tersebut.

“Kalau perlu IPPEMSI kembali membawa kuda ke kantor gubernur Sulawesi-Selatan seperti yang pernah kita lakukan beberapa tahun silam agar semua orang tahu bahwa anak daerah di kabupaten Tana Toraja yang belum merasakan kemerdekaan,” tegasnya. (*)


div>