SENIN , 23 JULI 2018

Digugat BAORI, Reza Ali Tidak Tahu Mau Sidang

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 09 Februari 2016 22:55

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) tidak siap menghadapi sidang mediasi pertama Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Bahkan, Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali, yang menjadi termohon pertama mangkir dari sidang yang digelar di Ruang Sidang BAORI, Gedung KONI Pusat, Selasa (9/2/16).

Hanya termohon kedua yang hadir, yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Pertina, Martinez Dos Santos. Namun sayangnya, Martinez tidak siap dan tidak mampu menjawab apa yang disangkakan pemohon, yakni Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ryan Latief dan Ketua Bidang Organisasi Pengprov Pertina Sulsel Muh Takbir Akbar.

Martinez mengakui, belum melakukan persiapan menghadapi sidang perdana ini. Pasalnya, dia mengira pertemuan ini hanya rapat biasa di BAORI.

“Saya tidak menyiapkan segala sesuatunya, karena mengira ini rapat biasa,” ujarnya.
Sedangkan, Ketua Bidang Organisasi Pengprov Pertina Sulsel, Muh Takbir Akbar, mengatakan, hal itu hanya akal-akalan PP Pertina.

“Mana ada istilah rapat di BAORI. Sudah jelas kalau di BAORI itu pasti sidang, tidak ada istilah rapat. Berarti PP Pertina tidak mengerti urusan organisasi keolahragaan, buktinya ke BAORI datang seperti mau datang rapat saja. Ini pengadilan arbitrase bukan ruangan meeting atau cafe,” terangnya.

Bahkan, pada sidang itu terjadi kejanggalan yang sangat lucu, ketika Martinez tidak mengerti permasalahan yang terjadi di Sulsel. Bahkan, menurutnya, ia tidak terlibat dalam masalah ini dan seluruh masalah ada di tangan Ketua Umum PP Pertina Reza Ali.

Takbir menyesalkan apa yang dikatakan Sekjen PP Pertina itu, yang tidak mengerti permasalahan yang terjadi. Padahal Sekjen turut bertanda tangan pada Surat Keputusan (SK) pemberhentian Ryan Latief sebagai Ketua Pengprov Pertina Sulsel.

Sangat disayangkan Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali, yang menjadi termohon pertama tidak datang menghadiri sidang ini. Padahal, di media ia selalu berkoar-koar tentang BAORI.

“Reza Ali selalu menantang kami (Pengprov Pertina Sulsel) mengadukan masalah ini ke BAORI. Giliran sidang tidak ada kelihatan batang hidungnya,” sesal Takbir.

Takbir menghadiri sidang ini dengan membawa dokumen lengkap beserta AD/ART yang ternyata malah dilanggar sendiri PP Pertina.

Beberapa kali hakim mediasi mempertanyakan pokok masalah yang terjadi dan dengan lugas Takbir menjawab dengan tepat dan mendetail. Bahkan Takbir menjelaskan pula pokok permasalahan yang disembunyikan PP Pertina, yaitu mutasi atlet menjelang PON XIX di Jawa Barat nanti kepada Majelis Hakim BAORI.

Sidang lanjutan mengenai masalah ini akan digulirkan pekan depan dengan materi mediasi II. Majelis Hakim BAORI sangat mengharapkan termohon I, Reza Ali untuk menghadiri sidang selanjutnya.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Ryan Latief, tidak ingin banyak berbicara, hanya mengomentari sidang pertama ini dengan senyuman. “Kebenaran itu akan datang dengan sendirinya, Allah SWT akan selalu bersama dengan orang-orang yang dizolimi. Yang jelas kami sudah datang ke Jakarta untuk menghadiri sidang ini dan hasilnya kami sudah unggul 1-0 di kandang lawan,” ujarnya.

Ketua Umum PP Pertina, Reza Ali, menanggapi ketidakhadirannya di sidang mediasi pertama BAORI ini, dengan mengatakan, tidak mengetahui jika ada sidang gugatan yang dilayangkan Ketua Pengprov Ryan Latief dan Ketua Bidang Organisasi Pengprov Pertina Sulsel Muh Takbir Akbar kepada dirinya.

“Saya tidak mengetahui kalau ada sidang gugatan itu. Termasuk tidak tahu materi gugatannya. Saya kira undangan BAORI itu hanya rapat biasa saja. Yang tahu masalah ini adalah Sekjen PP Pertina, makanya dia yang hadiri sidang. Saya baru dapat informasi dari Sekjen, ketika sidang akan mulai berlangsung,” ujarnya.

“Saya juga sementara di luar kota, tidak berada di Jakarta. Sidangnya kan sampai empat kali, ini baru yang pertama. Kita akan siapkan materi menghadapi sidang selanjutnya,” tambah Reza Ali.


div>