JUMAT , 20 JULI 2018

Digugat Berkali-kali, Rakyat Makin Solid Menangkan DIAmi

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Selasa , 06 Maret 2018 08:00
Digugat Berkali-kali, Rakyat Makin Solid Menangkan DIAmi

Calon Wali Kota nomor urut 2, Danny Pomanto menggelar pertemuan atau kampanye tertutup di Karuwisi Utara, Makassar, Senin (5/3/2018).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dukungan koalisi rakyat ke pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) makin sulit dibendung.

Hal ini tercermin saat calon Wali Kota nomor urut 2, Danny Pomanto menggelar pertemuan atau kampanye tertutup di Karuwisi Utara, Makassar, Senin (5/3/2018).

Secara sukarela, warga berbondong-bondong untuk bertatap muka dengan petahana yang dikenal inovatif dan cerdas ini. Antusias warga makin sulit di bendung kala mengetahui Danny akan menggelar kampanye dialogis di Karuwisi.

Ketua Laskar Matahari, Irwan Tahir mengatakan, pada kegiatan itu tidak ada akomodir massa yang berarti. Dia mengakui hanya menyampaikan akan dilakukan kampanye dialogis.

“Kita hanya sampaikan tim, kemudian tim menyampaikan jadwal itu ke beberapa warga sekitar. Tapi kita bisa lihat sendiri, antusias masyarakat tidak usah saya sebutkan,” kata Myko sapaan akrabnya yang turut mendampingi Danny.

Dia tidak menampik, bahwa gugatan rival ke Bawaslu dan PT TUN yang kesannya berupaya mendepak Danny-Indira masuk dalam arena pertarugan makin membuat warga simpati. Dia menjelaskan, bahwa masyarakat, khususnya loyalis Danny-Indira makin teguh untuk memenangkan jagoannya.

“Seperti itu kita lihat di lapangan. Kita tidak nafikkan itu karena memang pengakuan teman-teman di lapangan. Bahkan warga sendiri yang menyampikan ke Danny,” ucapnya.

Meski demikian, dia tidak ingin terlalu jauh mengomentari perihal gugatan paslon penantang. “Janganmi saya komentari. Itu dapurnya beliau. Rival di Pilwali bagi kami itu adalah teman. Dalam artian demokrasi,” ucapnya.

Yang pasti dia juga tidak menepis bahwa gugatan yang dilayangkan rivalnya menjadi pintu masuk untuku menggaet simpati warga.

“Itu sudah pasti, tapi kan yang namanya strategi tidak harus dijadikan konsumsi publik kan. Biarkan kami-kami saja yang tahu. Yang pasti kami mengolah itu dengan rapi,” ujar kader PAN Makassar ini.

Baginya, pesta demokrasi adalah pesta rakyat secara umum. Maka, alangkah sangat bijaksana jika rakyat memiliki altenatif pilihan.

“Makanya saya selalu bilang, kalau mau Pilkada ini sehat, ayo bersaing dengan fair. Kandidat masuk diarena pertarungan. Selanjutnya kami yakin, masyarakat Makassar sudah sangat cerdas memilih pemimpin yang tepat,” tandasnya. (*)


div>