JUMAT , 20 JULI 2018

Diinisiasi PPI Sulsel, Pemuda Lintas Organisasi Serukan Pilkada Damai

Reporter:

Suryadi

Editor:

Lukman

Minggu , 08 Juli 2018 08:52
Diinisiasi PPI Sulsel, Pemuda Lintas Organisasi Serukan Pilkada Damai

Organisasi Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulsel, bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa lintas kampus menggelar deklarasi damai.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Pasca pencoblosan pilkada serentak dan Pilgub 27 Juni lalu, kini memasuki tahapan rekap hasil pemilihan dan pleno di Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah masing-masing.

Seperti tahun sebelumnya, berbagai riak-riak oleh pihak yang tak menerima hasil ketetapan KPU setempat. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi hal kemungkinan yang terjadi, organisasi Poros Pemuda Indonesia (PPI) Sulsel, bersama organisasi kepemudaan dan mahasiswa lintas kampus menggelar deklarasi damai.

Seruan untuk perdamaian di sampaikan oleh sekelompok pemuda lintas organisasi ini bertajuk “Deklarasi damai. Seluruh komponen masyarakat menjelang pleno KPU dalam pilkada serentak 2018” dilaksanakan di warkop di Jalan Faisal Makassar, Jumat (6/7).

“Deklarasi ini, bentuk inisiatif yang digagas bersama menghadapi fenomena yang terjadi saat Pilkada. Berbagai persoalan dan gejolak di masyarakat bisa diminimalisir,” kata Ketua PPI Sulsel, Taqwa Bahar.

Hadir dalam diskusi ini, dihadiri perwakilan seperti KNPI, tokoh agama Islam, Tionghoa, akademisi, GMKI, PMKRI, KAMMI, dan IMM.

Wakil ketua KNPI Sulsel, Andi Muhammad Kasman sebelum Deklarasi menyampaikan, pilkada di Sulsel menunjukkan tak ada riak. Hanya saja butuh perhatian khusus semua pihak.

“Tidak ada riak, tidak terlalu ada gesekan keras, dalam konteks Sulsel, perlu ada perhatian khusus proses rekapitulasi suara. Konsentrasi massa dan benturan massa jangan sampai terjadi baik di Parepare maupun Makassar,” ujarnya.

Menurutnya, dengan fenomena saat ini, disinilah peran pemuda berperan dalam menjaga stabilitas jangan sampai terjadi bercerai berai hanya karena kepentingan lima tahunan.

“Saya berharap seluruh komponen pemuda pasca pilkada ini kita harus jaga dengan baik jangan sampai terjadi gesekan yang besar,” harap dia.

Sementara itu, Tokoh Agama yang juga komunitas imam masjid Ustadz Dr. Abdul Wahid menuturkan, semagai masyarakat Sulsel juga sebagai bagian dari warga negara yang baik bahwa harus dipahami demokrasi adalah alat dalam mencapai tujuan.

Oleh sebab itu, kata dia, sebagai tokoh agama berharap semua pihak harus mengedepankan sikap menahan diri agar tidak terjebak dengan konflik interest dan waspada lahirnya ujaran kebencian atau hoax terutama di facebook.

“Selanjutnya kita terus memberikan informasi positif. Sampai hari ini belum ada upaya kongkrit dalam. Hal memediasi para kompetitor malah hal ini diinisiator komponen pemuda. Kita sebagai masyarakat Sulsel harus tetap mengutamakan prinsip saling klarifikasi,” singkatnya.

Pada kesempatan ini, Dr. Arqam Azikin (Akademisi) sangat mengapresiasi deklarasi ini. Menurutnya, inisiatif yang dilakukan anak muda hari ini adalah sebuah hal yang positif, bagi pilgub dan pilkada serentak.

“Semua calon harus belajar ke Cokroaminoto, dimana semua calon harus menjunjung etika politik kalau masih mau ikut dalam agenda berikutnya,” katanya.

Namun dia melihat fenomena sebelum pencoblosan. Dikatakan, pertunjukan yang dilakukan oleh tim kandidat di Sulsel tidak mencerminkan etika politik, peta konflik yang dilakukan memberikan pembelajaran buruk bagi masyarakat Sulsel.

“Kita harus evaluasi perhelatan politik hari ini agar tidak terjadi lagi tahun kedepanya. Semua kandidat harus menerima kenyataan agar tidak jatuh korban di lapangan. Terimakasih kepada anak muda yang berinisiasi melakukan kegiatan ini,” ucap akademisi Unismuh Maakassar ini. (*)


Tag
  • PPI Sulsel
  •  
    div>