SENIN , 18 DESEMBER 2017

Dijegal, Punggawa Malah Melejit

Reporter:

Suryadi Maswatu - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 03 November 2017 10:55
Dijegal, Punggawa Malah Melejit

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Upaya menjegal pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar, terbukti tak cukup ampuh. Keteguhan sikap yang dikedepankan pasangan calon (paslon) yang populer dengan akronim Punggawa-Macakka ini, justru memantik komitmen penyatuan dari berbagai partai politik.

Partai Demokrat memastikan bermitra bersama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk memenangkan pasangan Punggawa-Macakka di Pilgub Sulsel 2018. Koalisi dua parpol ini sekaligus menjamin keterpenuhan syarat pengusungan dengan perolehan suara akumulatif sebanyak 18 kursi keanggotaan legislatif atau sekira 21 persen.

Dengan begitu, tiket aman melalui jalur parpol hanya berlaku bagi tiga pasangan cagub-wagub Sulsel. Itu karena dari 12 parpol peraih kursi DPRD, sisa PBB dan PKB yang belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) usungan dan atau rekomendasi dukungan terhadap kandidat pasangan cagub-wagub Sulsel. Raihan kursi dua parpol ini di DPRD Sulsel, hanya tersisa empat kursi atau sekira lima persen.

Mandat resmi Partai Demokrat untuk pasangan Punggawa Macakka, resmi diserahkan Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Hinca IP Pandjaitan bersama Wasekjen Andi Timo Pangerang ke Ketua Demokrat Sulsel Ni’matullah di Jakarta, Rabu (1/11).

“Paling lambat Jumat besok (hari ini), mandat resmi DPP Demokrat akan diserahkan ke kandidat paslon Punggawa Macakka,” ujar Ni’matullah kepada wartawan, Kamis (2/11) kemarin.

Ni’matullah mengatakan, salah satu alasan rekomendasi diberikan kepada IYL-Cakka merujuk pada survei, juga keputusan majelis tinggi DPP Demokrat. Dan setelah rekomendasi diberikan, maka semua kader wajib menjalankan perintah partai memenangkan usungan Demokrat di Pilgub.

“Kami berikan rekomendasi atas keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat, sesuai survei kandidat yang punya elektabilitas tinggi,” tegasnya.

SK resmi mengusung pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel periode 2018-2023, ikut diserahkan DPP PPP, Kamis kemarin. “SK sudah diteken sejak pekan lalu sesuai format B1 KWK yang dikeluarkan KPU,” jelas Wakil Ketua Umum DPPP PPP, Amir Uskara.

PPP meraih tujuh kursi atau sekira 8,2 persen suara, sementara Partai Demokrat memperoleh sebelas kursi atau sekira 12,9 persen. Total suara berdasarkan perolehan kursi keanggotaan di lembaga legilatif kedua parpol ini mencapai 18 kursi atau sekira 21 persen.

Meski aman, namun dukungan politik untuk pasangan Punggawa Macakka masih memungkinkan terus bertambah. Tak terkecuali dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang menerbitkan rekomendasi dukungan ganda di Pilgub Sulsel.

“Insyaallah masih ada tambahan dukungan dari beberapa parpol,” yakin Amir Uskara.

Menurut Amir Uskara, untuk elektabilitas, pasangan IYL-Cakka paling tertinggi. Karena itu, PPP konsisten tak akan berpaling ke kandidat lain meski banyak godaan. Ia juga bangga melihat komitmen IYL untuk tetap bersama Cakka meskipun diterpa berbagai godaan dari sejumlah elit parpol.

“Petarung sejati tak pernah kalah. Apalagi komitmen Pak Ichsan yang luar biasa untuk tetap bersama Pak Cakka. Saya sempat baca kemarin, katanya Pak Ichsan lebih baik tidak maju ketimbang meninggalkan Pak Cakka,” terangnya.

Meskipun memang, lanjutnya, selama proses menerbitkan rekomendasi ini, banyak gangguan dan tekanan. Amir Uskara tidak memungkiri bahwa istilah ‘begal’ partai politik kerap mengganggu pengurus PPP baik ditingkat DPW hingga DPP.

“Dalam proses penerbitan rekomendasi untuk IYL-Cakka, banyak gangguan dan tekanan oleh pihak-pihak yang ingin menjegal PPP memberi dukungan ke Pak IYL-Cakka,” bebernya.

Amir Uskara mengimbau, dengan diberikannya SK rekomendasi itu, seluruh pengurus partai untuk segera melakukan sosialisasi pasangan ini. Apalagi setelah Demokrat dan PPP berkoalisi.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras, mengatakan, SK resmi DPP menjadi bukti komitmen awal parpolnya dalam memenangkan Punggawa Macakka di Pilgub Sulsel 2018. Menurutnya, Ichsan Yasin Limpo memiliki prinsip dan menjaga komitmennya dalam memajukan Sulsel.

“PPP tentu tidak pernah ragu dengan Punggawa Macakka. Pasangan ini punya komitmen dan teruji memiliki elektabilitas yang terus melejit,” ujar Aras.

Ia menegaskan, dengan diberikannya SK Rekomendasi ke Punggawa Macakka, tidak ada lagi ruang bagi kandidat lain yang ingin menggembosi dukungan PPP. SK yang diberikan ke IYL-Cakka adalah rekomendasi resmi yang akan diserahkan langsung ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pendaftaran bakal calon melalui jalur parpol.

“Penyerahan ini akan mengakhiri semua keraguan terutama tentang komitmen PPP mendukung Pak IYL-Cakka. Surat rekomendasi yang kita serahkan sesuai dengan format yang ditetapkan oleh KPU,” tuturnya.

Kandidat Cagub Sulsel, IYL, mengapresiasi keteguhan sikap PPP dan Partai Demokrat. Disebutkan, surat tugas Partai Demokrat direncanakan diserahkan oleh DPW Demokrat Sulsel, sementara SK resmi pengusungan paslon akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia mengakui, masih saja ada yang ingin menggangu arah dukungan partai yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya. Gangguan itu datangnya dari petinggi negara yang tidak menghendaki adanya pasangan IYL-Cakka maju bertarung untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Sulsel.

Bahkan, pasca menerima surat tugas dari Demokrat, masih saja ada kandidat yang ingin mengganggu arah dukungan Demokrat. Hanya, IYL tidak mengungkapkan siapa kandidat yang dia maksud.

“Sampai lima menit yang lalu masih ada upaya yang sistematis, setelah tahu Demokrat ke saya. Ada manuver dari atas kebawah yang ingin menggangu. Saya berharap kepada petinggi negara, izinkan kami bertarung. Mari kita berhadapan pada kontestasi Pilgub yang sehat. Janganlah kami diharapkan tidak maju sama sekali,” ucapnya.

IYL mengingatkan, meski dirinya tak punya kekuasaan untuk memaksa partai politik mendukungnya, namun dia telah membuktikan diri tanpa campur tangan kekuasaan IYL mampu menarik dukungan Demokrat. Dengan dukungan Demokrat dan PPP, IYL-Cakka bakal menjadi kontestan melawan kandidat lain.

“Dia lupa memang, kami tidak punya kekuasaan untuk menarik partai, menggalang partai atau memaksakan partai mendukung. Tapi seorang petarung sejati tidak akan takut dengan manajemen manusia. Kami hanya takut dengan manajemen Tuhan,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada yang menyangka Demokrat berbalik arah mendukung dirinya. Meskipun dia tidak mengikuti mekanisme dari awal dan tidak mengikuti simposium, namun namanya keluar sebagai kandidat yang berhasil menggenggam amanah Partai Demokrat.

“Tidak ada yang berpikir kalau Demokrat mendukung saya di Pilgub,” terangnya.

Perjalanan IYL-Cakka masih panjang, gangguan diluar masih banyak, bahkan gangguan tersebut dianggap sangat besar bakal menerpanya. Namun bukan IYL kalau tidak punya strategi menangkal kejutan dari kandidat lain. Bahkan dia mengklaim punya dua resep menghadapi adanya upaya kandidat lain merecoki dukungan partai pendukungnya.

“Apakah ini sudah mulus? Belum tentu, karena masih ada terpaan. Firasatnya saya, masih ada dua perubahan besar yang menggempur saya. Tapi saya sudah berhitung dan punya resep untuk itu,” tegasnya.

Diketahui, peta koalisi untuk kepentingan pengusungan paslon di Pilgub Sulsel terbagi dalam tiga poros yang cukup berimbang. Antara lain koalisi Demokrat-PPP untuk Punggawa Macakka, kongsi politik Golkar bersama Nasdem, PKPI dan Hanura menyokong NH-Azis, serta barisan parpol pendukung NA-ASS melibatkan PDIP, Gerindra dan PKS.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Syarifuddin Jurdi, menilai, dukungan Demokrat kepada IYL -Cakka membuat politik menjelang Pilgub 2018 semakin dinamis. Apalagi, sebelumnya ada upaya memobilisasi dukungan partai ke calon tertentu.

Demokrat mendukung IYL-Cakka tentu melalui kajian dan analisis yang matang, bahwa peluang pasangan ini terpilih sangat besar. Mengingat, tingkat keterpilihan tiga pasangan yang sudah jelas dukungannya ini sama-sama kuat.

“Bagaimanapun Demokrat merupakan partai besar di Sulsel. Dukungannya kepada IYL-Cakka menunjukkan bahwa proliferasi dukungan partai tidak berpusat pada pasangan NA-ASS atau NH-Azis,” ungkapnya.

“Artinya, IYL-Cakka, NA-ASS dan NH-Aziz memiliki peluang yang sama untuk terpilih di Pilgub 2018,” tambahnya.

Ia mengatakan, dukungan Demokrat ke IYL-Cakka bisa meningkatkan semangat dan bahkan bisa mendongkrak tingkat keterpilihan pasangan ini. “Satu hal yang menarik adalah partai partai besar di Sulsel menyebar dukungannya ke tiga pasangan,” paparnya. (*)


div>