Dikeluarkan Sepihak, Nasabah Ini Gugat Bank BTN Bone

Multazan

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Salah seorang nasabah PT Bank Tabungan Negara (BTN), Multazan menggugat bank tersebut. Gugatan tersebut dilayangkan lantaran tidak terima dikeluarkan secara sepihak sebagai nasabah Bank BTN Cabang Bone Jln Jendral Ahmad Yani Watampone.

“Saya dikeluarkan oleh BTN secara sepihaki tanpa ada konfirmasi ke saya. Ini yang saya tidak terima. Harusnya mereka konfirmasi ke saya dan menanyakan hak-hak saya seperti apa, jangan asal main keluarkan saja,” kata Multazan, Senin (9/10).

Multazan sejak tahun 2013 tercacat sebagai Direktur Operasional PT Adfirah Achzan Reksi bersama dengan Hamza Rahmadan selaku pengawas umum. Perusahaan yang dipimpinnya bekerjasama dengan Bank BTN sebagai rekanan, untuk membangun perumahan yang beralamat di jalan Kh Abdul Hamid, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang Bone.

Sebagai pembenahan administrasi, PT yang dinakhodainya pun membuka rekening di bank tersebut dengan no rekening 000002190130000xxx, dengan kesepakatan sistem pembagian 70 persen pihak Direksi dan Multazan 30 %. Sementara total keuntungan diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.

Namun hingga kini sejak kesepakatan tersebut dibuat, Multazan mengaku sama sekali tidak dilibatkan. Bahkan pembangunan sudah rampung hingga ke tahap kedua. ”

Sebagai nasabah dan menuntut haknya, Multazan pun bukan sekali mendatangi kantor Bank BTN Cabang Bone untuk menemui pimpinanya. Bahkan dirinya tidak mendapat jawaban sama sekali atas dasar apa menurut aturan perbankan dirinya dikeluarkan. BTN juga terkesan menghindar.

“Iya, saya sudah sering mendatangi langsung kantornya, kirim pesan singkat bahkan telpon, namun Pak Nurhadi sebagai KCP Kantor Bank BTN tidak menghiraukan, bahkan saya mendapat ancaman melalui telpon dari orang-orang Pak Nurhadi ini. Dan saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polda Sulsel,” keluh Multazan.

Multazan menambahkan, harusnya sebagai nasabah, tentunya dirinya punya hak dan alasan dikeluarkan oleh bank. “Sekiranya ada permintaan dari Direksi PT Adfrirah Achzan Reski, tapi ini tidak pernah sama sekali ada pemberitahuan, bahkan saya sengaja diam dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan, namun hal itu tidak berhasil, sehingga saya bertekad menggugat secara hukum sebagaimana Undang-Undang Dasar Negara RI 1945, dan jelas tindakan pak Nurhadi selaku pimpinan, menyalahi undang-undang perbankan,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Multazan membuka rekening untuk keperluan pembagunan properti perumahan bersama dengan rekannya Hamza Rahmadan. Namun di tengah usaha properti yang digelutinya, Multazan selaku direktur perusahaan dikeluarkan sebagai nasabah, sehingga dirinya tidak bisa mengecek rekening perusahaan dan sampai saat ini keuntungan yang diharapkan tidak menjadi kenyataan dari hasil kerjanya. (*)