JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Diknas Pangkep Mulai Mendata Warga Putus Sekolah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 04 Mei 2017 12:26
Diknas Pangkep Mulai Mendata Warga Putus Sekolah

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Kabupaten Pangkep, Muhammad Idris Sira. foto: atho tola/rakyatsulsel.

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Sebagai tindak lanjut pencanangan program Gerakan Mari Bersekolah, yang diluncurkan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, pada puncak Hardiknas 2017, kemarin, saat ini Dinas Pendidikan Pangkep mulai gencar melakukan sosialisasi dan pendataan di seluruh wilayah tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Pangkep.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pendidikan Kabupaten Pangkep, Muhammad Idris Sira, Kamis (4/5), mengatakan, pendataan ini untuk mengetahu jumlah warga di Pangkep yang akan diakomodir dalam program tersebut, seperti anak yang sudah masuk usia sekolah, hingga masyarakat yang putus sekolah.

“Jadi sekarang kita sudah berkordinasj dengan pihak desa dan kelurahan untuk mendapatkan informasi jumlah masyarakat baik yang sudah masuk usia sekolah, hingga mereka yang putus sekolah,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Pangkep tersebut.

Idris menambahkan, saat ini, sudah ada satu desa yang menjadi percontohan desa bebas buta aksara dan putus sekolah, yakni di desa pitue, kecamatan Marrang.

“Kita sudah ada desa yang kita jadikan percontohan, yakni desa pitue, apalagi desa ini kita telah ikutkan dalam lomba desa,” jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, secara simbolis meluncurkan program Dinas Pendidikan Pangkep berupa Gerakan Mari Bersekolah. Syamsuddin memastikan dengan program ini, tidak ada lagi masyarakat Pangkep yang tidak bersekolah.

Bupati dua periode itu, menegaskan, jika menemukan ada warga yang terancam atau telah putus sekolah, agar kiranya segera melapor langsung ke dia.

“Lapor ke saya kalo ada masyarakat pangkep yang terancam tidak sekolah,” tegas Syamsuddin. (***)


div>