SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Dilapor Sumanga’NA, DKPP Putuskan Lima Komisioner KPU Bantaeng Tidak Melanggar

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Kamis , 13 September 2018 15:59
Dilapor Sumanga’NA, DKPP Putuskan Lima Komisioner KPU Bantaeng Tidak Melanggar

Lima komisioner KPU Bantaeng.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Majelis Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan (DKPP) telah membacakan putusan sidang dugaan pelanggaran Kode Etik oleh 8lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantaeng di Ruang Sidang DKPP Jakarta, Rabu (12/9) kemarin.

Sidang etik itu dilakukan setalah lima komisioner KPU Bantaeng dilaporkan oleh tim Paslon Bupati Bantaeng nomor urut dua Andi Sugiarti – Andi Mappatoba (Sumanga’NA) pada 29 Juni 2018.

Komisioner KPU Bantaeng Divisi Data dan Informasi, Andi Harianto menjelaskan bahwa lima komisioner KPU terlapor dinyatakan tidak terbukti melanggar kode etik.

“Alhamdulillah, Majelis Hakim DKPP memutuskan kami tidak melanggar kode etik dan nama baik kami direhabilitasi,” jelasnya.

Dengan hasil itu, dia mengaggap bahwa penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan KPU sudah benar. Sebab DPT yang menjadi materi laporan pelapor. Dia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada semua penyelenggara pemilu di Bantaeng atas doa dan dukungannya.

“Ini pertanda, bahwa dalam proses penyusunan dan penetapan DPT selama Pilkada, kita sudah sesuai prosedur. Terimakasih atas dukungan teman-teman penyelenggara selama ini,” ujar dia.

Lima komisioner KPU Bantaeng yang saat ini menjabat adalah Andi Nurbaeti, Andi Harianti, Marwiyah, Hamzar dan Samsul Qadri.

Mereka dilaporkan ke DKPP karena tim data Paslon Bupati Bantaeng Sumanga’NA mendapatkan temuan data pemalsuan DPT pada Pilkada Bantaeng. Mereka menemukan data rekayasa DPT sebanyak 13.392 pemilih, data invalid DPT sebanyak 3.174 kasus dan data ganda DPT sebanyak 582 pemilih. (*)


div>