RABU , 21 NOVEMBER 2018

“Dilema Demokrat” Usung Kader atau Incumbent

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 03 Agustus 2017 10:20
“Dilema Demokrat” Usung Kader atau Incumbent

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Partai Demokrat hingga saat ini belum menentukan jagoannya pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun 2018 mendatang.

Meski ada beberapa kader internal semisal Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal, Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali dan Andre Arief Bulu yang menyatakan siap maju, namun itu bukanlah jaminan bahwa dukungan Demokrat akan berlabuh ke salah satunya.

Peluang kandidat lain seperti incumbent Moh Ramdhan “Danny” Pomanto untuk mengendarai Demokrat belum sepenuhnya tertutup. Mengingat Demokrat adalah partai pengusung Danny pada Pilwalkot sebelumnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan, sampai saat ini belum ada calon dari Partai Demokrat. “Demokrat belum punya calon, baik itu di Pilwalkot,” ujarnya di DPRD Sulsel, Rabu (2/7).

Menurutnya, DPC kabupaten/kota masih melakukan tahapan penjaringan, sehingga belum ada kandidat yang akan diusung.

“Saat ini masih tahap pendaftaran, kita belum bicara paket ataupun calon. Masih panjang tahapan,” jelas Anggota DPRD Sulsel ini.

Meski demikian, Selle mengungkapkan jika kebijakan partai, kader tulen tetap akan mendapat prioritas, meski kemungkinan untuk mengusung tokoh di luar kader juga tetap terbuka.

[NEXT-RASUL]

“Jadi, sesuai dengan kebijakan DPP, Demokrat akan memprioritaskan kader, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, sehingga kader yang ingin diusung harus bekerja keras termasuk Deng Ical atau kader eksternal,” ungkapnya.

Selle menambahkan, figur eksternal seperti Danny Pomanto yang mendaftar di Demokrat tetap masuk dalam bursa kandidat. Tinggal melihat apakah ada kader internal yang lebih kompetitif atau tidak.

“Yang jelas kita akan tetap mengutamakan kader sesuai dengan kebijakan DPP karena penentu keputusan strategis internal partai secara final ada di DPP. Apakah Danny-Ical layak diusung kembali atau tidak, tergantung DPP,” paparnya.

Pengurus DPC Demokrat Makassar yang juga Ketua Desk Pilkada Cawalkot Makassar, Nuryanto G Liwang menambahkan, masuknya nama ARA, Ical dan Arif dalam bursa sangat menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa Demokrat telah melahirkan kader-kader kompetitif untuk bertarung di pilkada.

Namun demikian, kata dia, Demokrat adalah partai yang terbuka. Artinya, peluang figur non kader untuk diusung bisa saja terjadi. Sepanjang memang belum ada kader yang potensial untuk didorong.

“Figur eksternal juga berpeluang. Kan ada mekanisme, tidak bisa kita menilai orang per orang. Ada ukurannya, dan itu nanti saat survei,” singkat dia.

Danny Pomanto yang dikonfirmasi mengaku optimis dan merasa percaya diri jika dirinya akan diusung kembali oleh Demokrat, karena menurutnya selama ini telah melunasi janji politiknya kepada partai berlambang mercy ini.

[NEXT-RASUL]

“Kenapa saya daftar di Demokrat, karena kemarin saya diusung oleh Demokrat,” beber Danny.

Danny juga menegaskan ingin mengulang sejarah dengan Demokrat. “Alhamdulillah 100 persen Demokrat mendukung kami di pemerintahan,” terang Danny.

Sementara Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal juga menegaskan jika peluangnya mengendarai partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut sangat terbuka lebar. Hal tersebut berdasarkan hasil Rakernas Demokrat yang salah satu poinnya adalah memastikan bahwa partainya akan memberikan kesempatan kepada seluruh kadernya yang memiliki kemampuan untuk membesarkan Partai Demokrat di Sulsel, khususnya di Kota Makassar.

“Poin pentingnya adalah kader yang merasa punya kemampuan harus menawarkan diri ke masyarakat. Kalau kita tawarkan diri ke masyarakat otomatis kita membawa itu partai. Jadi Demokrat wajib prioritaskan kader. Begitu kira-kira analoginya,” terang Deng Ical.

Kendati dirinya adalah kader Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, namun Deng Ical juga mengatakan akan tetap mengikuti seluruh proses dan mekanisme partainya, sebagai bentuk komitmen bahwa kader Demokrat juga wajib mengikuti seluruh persyaratan.

“Sebagai kader Demokrat, saya juga percaya bahwa Partai Demokrat akan mengusung kadernya untuk bersama-sama berjuang dalam memenangkan ajang pesta demokrasi lima tahunan nanti, dan Insya Allah Partai Demokrat akan menjadi pemenang pilkada 2018 mendatang” pungkasnya. (E)


div>