RABU , 21 NOVEMBER 2018

Dilirik Parpol di Pilwalkot, Danny Bidik Birokrat Jadi Pendamping

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 26 April 2017 21:04
Dilirik Parpol di Pilwalkot, Danny Bidik Birokrat Jadi Pendamping

Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto. foto: rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar kian dekat. Sejumlah kalangan sudah mulai membicarakan pendamping dan didampingi pada bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal dihelat pada Juni 2018 mendatang.

Sejauh ini sejumlah Partai Politik (Parpol) dan figur politisi sedang membidik sang petahana, yaitu Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk menjadi pendampinya.

Meski demikian, figur yang dianggap tepat untuk menjadi pendamping sang petahana adalah kalangan birokrat. Hal ini sangat dibutuhkan, guna memenuhi harapan dan prioritas pemerintah itu sendiri sebagai bentuk optimalisasi pelayanan publik.

Saat dikonfirmasi, Wali kota Mkaassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto secara tegas menyatakan untuk sosok pendamping dirinya menanti survei yang saat ini dilakukan sejumlah tim yang dibentuk.

“Tunggu saja survei akan saya umumkan nanti, karena saya ingin figur yang siap bekerja,” ujarnya melalui via seluler usai menghadiri paripurna di DPRD Kota Makassar, Rabu (26/4).

Danny menuturkan, sangat menginginkan sosok figur birokrat yang bisa mengakomodir kepentingan publik, jalannya administrasi pemerintahan ke depan.

Oleh sebab itu, lanjut Danny, saat ini belum bisa menyebut inisial sosok figur yang diinginkan untuk mendampingi pada periode kedua di Pilwalkot Makassar nanti.

[NEXT-RASUL]

“Bagi saya, sosok figur yang saya inginkan jadi pendamping adalah bisa mengendalikan birokrat di pemerintahan,” terangnya.

Saat ditanya soal rayuan parpol dan kader parpol yang menginginkan dirinya berpaket, Danny menyatakan, akan mempertimbangkan karena pilihan yang ia jatuhkan merupakan usulan dari rakyat. Bukan semata-mata atas kehendaknya sendiri.

“Meski ada tawaran parpol, saya akan pertimbangkan. Karena pilihan yang saya umumkan adalah datang dari rakyat,” katanya.

Ahli arsitek nasional ini, mengungkapkan, ia juga bersyukur jika ada partai yang memberi dukungan kepadanya. Namun yang menentukan pasangan atau pendampingnya di pilwalkot diserahkan sepenuhnya kepada rakyat. Olehnya itu, Wali Kota Makassar membuka diri bagi siapa saja yang ingin mendapinginya di Pilwalkot Makasaar. Selama itu rakyat yang menentukannya.

“Saya kira rakyat akan menentukan dalam lima atau enam bulan, sebelum proses Pemilihan Walikota,” jelasnya.

Danny menambahkan, sangat optimis akan menempuh jalur parpol. Hal ini disebabkan karena jalinan komunikasi dan koordinasi yang ia bangun selama ini dengan pengurus parpol.

“Pokoknya rencana semua partai saya coba daftar jalur parpol,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi geliat Danny yang menginginkan figur birokrasi, Pakar Politik UIN Alauddin Makassar, Sabri AR, mengungkapkan, kalangan birokrasi dianggap masih cukup besar dalam mempengaruhi pilihan politik masyarakat.

“Pilwalkot 2018 mendatang di Kota Makassar, figur dengan latar belakang ASN dianggap punya peluang yang cukup terbuka untuk ambil bagian di momentum lima tahunan tersebut. Terutama merangkul suarah di instansi pemerintahan,” ujarnya.

Akademisi UIN itu, menambahkan, besarnya kekuatan yang dimiliki kalangan birokrasi tak lepas dari masih minimnya kekuatan masyarakat sipil.  (***)


div>