SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Dinas Perdagangan Jamin Pangkep Aman dari Melon Berbahaya

Reporter:

Atho

Editor:

Lukman

Kamis , 08 Maret 2018 18:00
Dinas Perdagangan Jamin Pangkep Aman dari Melon Berbahaya

Sekertaris Dinas Perdagangan Pangkep, Baso Masrimang, saat menghadiri acara sosialisasi perlindungan konsumen, ruang rapat kantor Bupati, Kamis (08/03).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Pangkep, melalui Dinas Perdagangan memastikan buah melon yang beredar di Pangkep, aman dikonsumsi. Hal tersebut disampaikan Sekertaris Dinas Perdagangan Pangkep, Baso Masrimang, saat ditemui di acara sosialisasi perlindungan konsumen, ruang rapat kantor Bupati, Kamis (08/03).

Pihak dinas sendiri menaruh perhatian terhadap buah melon khususnya Melon Australia jenis rock melon, yang diketahui tercemar bakteri listeria yang dapat mengancam kesehatan bahkan nyawa orang yang mengkonsumsi buah tersebut.

“Sampai saat ini kita belum temukan melon berbahaya jenis tersebut yang beredar di Pangkep, dan kita pastikan melon yang ada saat ini aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujar Baso.

Baso menambahkan, saat ini pihaknya rutin melakukan pengecekan khususnya produk yang dikemas ulang di mini market yang ada di Pangkep, karena menyangkut hak dan kewajiban akan perlindungan terhadap konsumen.

“Tim kami rutin tiap pekan untuk pemeriksaan, khusus di minimarket, apalagi saat ini ada buah yang terindikasi berbahaya yang beredar, tentu ini menyangkut kesehatan dan hak serta kewajiban konsumen,” tambahnya.

Terpisah Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, Andi Mutmainnah terkait peredaran barang tidak layak konsumsi menegaskan agar masyarakat selektif dan membantu pemerintah dalam mengawasi peredaran barang. Bahkan masyarakat dapat melaporkan langsung ke dinas terkait apabila menemukan makanan yang tidak layak konsumsi namun masih diperjual belikan.

“Kita harap masyarakat bisa membantu kami, melaporkan langsung ke dinas perdagangan kabupaten atau provinsi, tapi disertai dengan bukti kedaluarsa, agar kita bisa bertindak cepat,” ujar Mutmainnah. (*)


div>