SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Dinas PKP Parepare Temukan 10 Ekor Sapi Tak Layak Qurban

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Rabu , 15 Agustus 2018 09:49
Dinas PKP Parepare Temukan 10 Ekor Sapi Tak Layak Qurban

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Selama dua pekan melakukan pemeriksaan kelayakan hewan qurban, Dinas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Kota Parepare menemukan sepuluh ekor sapi yang dinyatakan tidak layak qurban.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Hewan Dinas PKP, Nurdin saat ditemui di salah satu lokasi pemeriksaan hewan qurban, Selasa (14/8/2018). Dia mengungkapkan 10 ekor sapi yang dinyatakan tidak layak lantaran belum cukup umur.

“Jika sapi belum cukup umur, maka tidak boleh dipotong. Selain itu, jika hewan qurban juga tidak memiliki sertifikat layak qurban yang telah dikeluarkan oleh Dinas PKP maka kami himbau kepada masyarakat untuk tidak membeli,” jelas Nurdin.

Pemeriksaan hewan qurban lanjut dia, difokuskan pada kesehatan hewan qurban agar terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama antrax.

“Kami perketat dalam pemeriksaan kesehatan. Karena disinyalir ada beberapa kasus antrax dikabupaten lain. Ciri-ciri sapi terkena antrax hewan tidak nafsu makan, lesu, dan yang paling utama adanya darah yang keluar dari lubang kumlah. Darah keluar dari pori-pori kuliat, mata, dan anus,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Peternakan (Wildana) mengatakan kali ini dilakukan pemeriksaan terhadap 90 hewan qurban, dimana tiga diantaranya tidak memenuhi syarat.

“Tiga dari 90 hewan qurban tidak memenuhi syarat, yaitu tidak cukup umur. Syarat qurban untuk jenis sapi minimal berumur 2 tahun, sedangkan untuk kambing minimal 1 tahun. Hewan qurban juga harus sempurna dalam hal ini tidak cacat, kurus, pincang, buta dan ekornya tidak buntung,” jelas Wildana.

Sementara Kepala Dinas PKP, Rostina mengatakan, pemeriksaan hewan qurban akan terus dilakukan hingga sehari sebelum Idul Adha.

“Ada 1300 sapi yang akan diperiksa, kami lakukan secara bertahap hingga sehari sebelum hari H. Selain penjual hewan qurban, kami juga akan menyisir penjual daging sapi yang ada dipasaran,” katanya. (MP1)


div>