JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Dinas PU Gelontorkan Anggaran Rp 4,2 Miliar

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Februari 2018 14:45
Dinas PU Gelontorkan Anggaran Rp 4,2 Miliar

kantor balaikota (ist)

* Bangun Prasarana Air Bersih di Tiga Titik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan anggaran sedikitnya Rp 4,2 miliar untuk menyediakan Air bersih di tiga wilayah di Kota Makassar yakni di Wilayah Panaikang, Sudiang dan Bulorokeng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Muh Anshar mengatakan, tahun ini pihaknya menyediakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan yang dikucurkan melalui pemerintah pusat untuk air bersih di beberapa titik yang telah disiapkan.

“DAK Penugasan ini untuk air bersih sekira Rp 4,2 miliar,” singkat Muh Anshar, Minggu (25/2) kemarin.

Ia menjelaskan bahwa anggaran DAK terbagi atas dua bagian yakni DAK Reguler dan DAK Penugasan.

Sementara untuk di pulau, pihak Dinas PU bakal membangun prasarana Air Bersih di empat pulau yang berada di Kecamatan Sangkarrang. Anggaran yang disediakan mencapai Rp6,5 miliar melalui APBD 2018.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk empat pulau yang ada di Kecamatan Sangkarrang. Diantaranya, Pulau Barrang Caddi, Barrang Lompo, Bonetambung, dan Kodingareng.

Kepala Seksi Sanitasi dan Air Bersih, Ifrah mengatakan proyek pembangunan prasarana air bersih di pulau sudah dianggarkan sejak tahun lalu. Hanya saja karena keterlambatan perencanaan? sehingga gagal terealisasi.

“Kemarin (tahun lalu) terlambat perencanannya nanti selesai bulan Oktober, dan tidak cukup waktu untuk mengerjakan dibulan itu, makanya kita lanjutkan tahun ini,” kata Ifrah.

Lanjutnya, masing-masing pulau mendapatkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk proyek tersebut. Dinas PU akan melakukan pengeboran dan airnya akan diolah menjadi air siap minum.

Prasarana air bersih yang nantinya? dibangun di pulau itu hanya mampu menampung air sekitar 20.000 liter setiap harinya. Meski belum mampu mengcover seluruh warga pulau, tapi dia berharap agar kehadiran prasarana tersebut bisa sedikit meringankan beban masyarakat, lantaran tidak perlu lagi ke daratan untuk membeli air bersih.

Ia berjanji dalam waktu dekat bisa segera merealisasikan proyek tersebut. Pasalnya, dokumen perencanaan proyek tersebut sudah rampung 100 persen, hanya tinggal melakukan penyesuaian harga dilapangan.

Namun, sebelum mengusulkan ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk proses lelang, pihaknya perlu merangkum spesifikasi dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh calon rekanan.

“Perencana secara keseluruhan sudah selesai, target lelang itu bulan Maret, yang jelas DPA sudah ditandatangani,” ucap Ifrah. (*)


div>