SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Dinas PUPR Sosialisasikan Cara Pengurusan IMB

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 29 Maret 2017 19:36
Dinas PUPR Sosialisasikan Cara Pengurusan IMB

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, M. Anwar Amir.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare, M. Anwar Amir, mengatakan, tata cara mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yaitu, pemohon mengambil formulir pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Parepare.

Setelah itu, kata dia, masyarakat melengkapi beberapa syarat administrasi yaitu, fotocopy sertifikat atau akte jual beli atau penguasaan tanah, yang memperoleh pengesahan dari pihak Kelurahan dan Kecamatan. Untuk persyaratan teknis, lanjut dia, gambar teknis bangunan yang ingin diterbitkan IMB, untuk dasar perhitungan retribusi pajak.

“Jika sudah lengkap, gambar akan diperiksa oleh Dinas PUPR untuk mengukur Garis Sempadan Pagar (GSP) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB), melalui survei untuk mencocokkan. Setelah itu petugas akan melaporkan, sesuai atau tidaknya GSP dan GSB tersebut,” katanya, Rabu (29/03/2017).

Anwar memaparkan, tahap selanjutnya, Seksi Perencanaan Tata Ruang, melakukan survei dan menentukan besarnya ukuran bangunan. Sementara, Seksi Pemanfaatan Ruang, melakukan pemeriksaan terhadap gambar, dan fungsi ruang maupun struktur bangunan. Sedangkan, Seksi Pengendalian, yang nantinya akan menghitung besarnya retribusi pajak.

“Kalau semua sudah dipenuhi, selanjutnya menunggu persetujuan dari Kabid dan Kepala Dinas. Itu sebagai pengantar untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) IMB dari Dinas PMPTSP, dan selanjutnya melakukan pembayaran pada bank yang telah ditentukan,” jelasnya.

Lanjut Anwar, dalam 14 hari kerja setelah persyaratan telah lengkap, IMB sudah bisa dikeluarkan dan diterima. Dia menerangkan, biasanya yang menghambat yaitu, proses gambar bangunan yang terkadang sedikit memakan waktu, kecuali jika digambar sendiri.

“Jadi bukan karena sulit, namun mencari tenaga teknis yang susah dan jarang. Diminta juga kepada masyarakat, kalau bisa berdayakan alumni teknik sipil untuk diminta digambarkan,” tandasnya. (Luki)


Tag
div>