KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Dinilai Berhasil, NA Akan Adopsi Program Dari Bantaeng

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Jumat , 14 September 2018 17:26
Dinilai Berhasil, NA Akan Adopsi Program Dari Bantaeng

Nurdin Abdullah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (NA) secara optimis akan mengadopsi sejumlah perogram yang sudah diterapkan di Kabupaten Bantaeng. Kemudian program itu selanjutnya diaplikasikan di provinsi.

Mantan bupati Bantaeng dua periode ini berdalih setiap hal yang baik menurutnya akan diterapkan demi peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

“Yang baik kita adopsi, yang kita anggap gagal jangan dipindahin, masa kegagalan dibanggakan, yang baik kita pindahin,” kata Nurdin Abdullah.

Salah satu program yang dimaksud yakni pada sektor pendidikan, seperti sistem zonasi guru. Untuk itu, kedepan sistem zonasi guru ini akan diberlakukan di seluruh kabupaten kota, terkhusus guru setingkat SMA yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

“Yang kita rasakan selama ini memang banyak (guru) yang mengeluh. Bayangin 100 kilo dia pergi mengajar, walau dikasi tunjangan sertifikasi maka habis uangnya di transpot. Yang ke dua jauh dari keluarga, dan kira-kira mereka bisa mengajar dengan konsentrasi penuh gak? Habis waktu di jalan, lelah nyampe ke sana,” jelas NA.

Selain itu, pada sektor kesehatan, NA berjanji akan mengerahkan ambulance mobile atau ambulance bergerak yang langsung menjemput pasien dari rumah ke pusat pelayanan kesehatan.

Selain itu, dirinya juga akan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dari Bantaeng untuk meningkatkan program waspada bencana alam.

“Seperti soal kesehatan, seperti di Makassar, ini terbakar gedung, harusnya pakai pemadam kebakaran  yang tinggi, ini tidak ada,” sebutnya.

Sebagai langkah awalnya maka saat ini Ia sudah menyiapkan damkar tersebut di Rumah Jabatan. Namun, saat ini belum bisa beroperasi lantaran masih mencari tenaga pengoperasian yang profesional.

Terlihat di Rujab gubernur terdapat dua kendaraan damkar dengan tangga 50 meter dan 70 meter. Kendaraan ini sebelumnya berasal dari Kabupaten Bantaeng pemberian hibah dari jepang.

Nurdin akan mengadopsi Program “Call Center 119” yang merupakan layanan telepon pada kasus-kasus kegawatdaruratan di Kabupaten Bantaeng untuk diterapkan di tingkat provinsi.

Ia mengatakan dalam waktu dekat akan ada tambahan 45 ambulans dan damkar yang merupakan hibah Pemerintah Jepang yang tiba di Sulsel.

“Tadinya saya mau bagi-bagi ke beberapa kota di Indonesia, makanya saya mau bicara kemendagri kalau bisa kita fokus dulu di sini kita lengkapi,” pungkasnya. (*)


div>