SABTU , 15 DESEMBER 2018

Diniyah Takmiliyah itu Ibarat Madrasahnya Nabi Khaidir

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 26 April 2017 13:45
Diniyah Takmiliyah itu Ibarat Madrasahnya Nabi Khaidir

int

Makassar – Madrasah Diniyah Takmiliyah jangan berkecil hati apalagi Apriori karena masih kurang mendapat fasilitas dibanding dengan Lembaga formal seperti Madrasah, akan tetapi meskipun lembaga pendidikannya masih berskala kecil, tapi kecil bukan berarti kurang berberkah, Justru Berkah sering muncul dari hal hal yang kecil.
Demikian segelintir petikan motivasi yang disampaikan oleh Mantan Wakil Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menyampaikan materi pada kegiatan workshop Pengembangan Program Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sulsel yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Sulsel di Hotel Sahid Jaya Makassar (Senin, 24 April 216)
Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini, Madrasah Diniyah Takmiliyah itu ibarat Madrasahnya Nabi Khaidir yang bangunan pun tidak dimiliki, akan tetapi kedalaman dan keberkahan ilmu yang dibawanya sampai membuat Hamba Allah sekelas Nabi Musa As pun meminta untuk belajar di madrasahnya, ungkap Prof. Nasar
Seyogyanya, Pendidikan Diniyah Takmiliyah harus menggantungka dirinya pada sang Khaliq bukan  kepada makhluk, dalam hal ini pemerintah, donatur atau bantuan bantuan, karena Bagi Diniyah Takmiliyah, yang harus diutamakan bukan soal fisik yang megah tapi bagaimana kita bisa mendidik anak dan generasi didalamnya menjadi orang yang bisa memanusiakan manusia dan bermanfaat bagi sesamanya.
Ke depan, Kita harus segera memikirkan bagaimana menjadikan anak didik yang berada di madrasah Diniyah Takmiliyah menjadi Percaya Diri, merasa sejajar dan bisa bangga bersanding dan bersaing dengan lembaga pendidikan yang formal, salah satu solusinya adalah menyiapkan tenaga pengajar yang mumpuni dan profesional serta bekerja dengan penuh keikhlasan, katanya Lagi.
Yang lain adalah, mencari dan menemukan metodologi yang bisa membuat jarak antara guru dengan murid bisa lebih dekat serta nyambung antara yang diberikan oleh guru dengan yang diterima oleh anak didiknya. Disinilah dibutuhkan Keikhlasan para Gurunya, dan Tempat bagi guru yang ikhlas mengabdi ditengah segala kekurangan maka tempatnya di Surga, Insya Allah. Karena didalam keikhlasan tersebut tersembul keberkahan “Barakka'” karena disana ada campur tangan Allah SWT.
Diniyah Takmiliyah juga harus berfikir untuk mencari konsentrasi dan ciri khas yang outputnya bisa membentuk anak didiknya menjadi generasi siap pakai dan aplikatif di masyarakat, misalnya di bidang seni Islam, pertanian, tekhnologi terapan misalnya tapi sudah diisi dengan ruh keagamaan dan keislaman, papar Rektor PTIQ Jakarta ini.
Mulai saat ini, saya pesankan agar seluruh komponen kementerian agama di Sulsel serta Forum FKDT nya mengobesikan keluaran Diniyah Takmiliyah itu menjadi pelayan pelayan umat dan pengabdi tuhan, jangan ansich diorientasikan menjadi PNS, tapi juga tidak menutup kemungkinan bisa ke arah itu, karena sesungguhnya Diniyah Takmiliyah orientasinya kepada pengabdian kepada umat dan agama yg keberkahan Dari Allah SWT, tutup Beliau.
Kabid PD. Pontren Kanwil Kemenag Sulsel H. Fathurrahman usai acara pembukaan mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada Ka.Kanwil dan Panitia penyelenggara yang bisa menghadirkan Pemateri sekaliber Anregurutta KH. Nasaruddin Umar, karena apa yang disampaikan beliau dalam materinya tadi membuka cakrawala keilmuan kita semua, serta membesarkan komitmen kita atas motivasi nilai Ibadah yang diperoleh dalam membina umat khususnya anak Didik kita di Diniyah Takmiliyah, sehingga ini akan menjadi titik start di tahun ini untuk berbuat lebih banyak lagi dan lebih keras lagi dalam mengabdikan diri dalam tugas mulia ini, ungkap Fathurrahman. (Wrd)

div>