SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Dinkes Parepare Kampanyekan Eliminasi Penyakit Kusta dan Eradikasi Frambusia

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Sabtu , 15 September 2018 16:35
Dinkes Parepare Kampanyekan Eliminasi Penyakit Kusta dan Eradikasi Frambusia

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Parepare menggelar pertemuan advokasi, sosialisasi dan pelatihan singjat kegiatan intensfikasi penemuan kasus kusta dan frambusia melalui kampanye eliminasi kusta dan eradikasi frambusia. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (15/9/2018) di Hotel Bukit Kenari Parepare.

Kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Yamin yang juga membawakan materi pada kegiatan ini mengungkapkan penyakit kusta merupakan penyakit menular. Untuk itu, Dinkes terus meningkatkan usaha untuk menemukan dan mengatasi kasus kusta dan frambusia di Kota Parepare.

“Kampanye kusta dan eradikasi frambusia ini adalah suatu sarana untuk mengatasi masalah sosial dimasyarakat dengan kecacatan yang dtimbulkan dan diharapkan bisa memutuskan mata rantai penularan, baik dalam keluarga maupun masyakat. Kami harap semua yang sudah diundang bisa memberikan peran aktif agar program ini berjalan dengan baik,” jelas Yamin.

Sementara Pengelola Kusta Dinkes Parepare, Bakri mengatakan dari data yang ada, Kasus Kusta dari Parepare dinilai menurun dibanding tahun 2017. Ditemukan 17 orang yang mengidap Kusta, 11 di antaranya warga Parepare, dan enam orang lainnya warga daerah lain. Sedangkan hingga bulan ini tahun 2018 ditemukan sedikitnya tiga orang pengidap kusta.

“Kita tidak bisa mengacu pada penurunan itu, kita akan terus mencari dan mengobati pengidap kusta. Tapi biasanya memang begitu, jika tahun sebelumnya banyak ditemukan maka tahun berikutnya akan menurun karena jumlah penyebab penularannya juga sudah berkurang setelah pengobatan,” jelasnya.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat untuk segera memerikasakan diri jika terdapat bercak putih dikulitnya.

“Gejala awal kusta itu ada bercak putih kemerah-merahan namun mati rasa, berbeda dengan panu. Lalu jika dites menggunakan kapas atau kertas juga tidak ada rasa. Biasanya jika kusta sudah berlangsung lama, terlihat ada kecacatan. Jika sudah ditemukan gejala awal sebaiknya masyarakat segera ememriksakan diri ke puskesmas. Masa oengobatan enam hingga satu tahu, dan obat gratis. Guna mencegah penyakit kusta, disarankan menjaga daya tahan tubuh,” urainya. (MP1)


div>