RABU , 15 AGUSTUS 2018

Dinkes Takalar Bakal Panggil Kepala Pustu Masago

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Minggu , 25 Februari 2018 23:18
Dinkes Takalar Bakal Panggil Kepala Pustu Masago

Jaleha saat memperlihatkan kartu BPJS-nya.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Warga Masago, Kelurahan Mardekaya Kecamatan Masago, mengeluh terhadap pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Masago dan tidak terima kalau bidan Putri tidak menjual obat kepada pengguna BPJS.

“Saya sudah tiga kali periksa di Pustu Masago dan setiap saya kesana pasti saya membayar, karena kapan kita tidak membayar pasti tidak diberikan obat dengan alasan obatnya sudah habis, kecuali kalau mauki bayar Rp10 ribu,” kata seorang warga, Jaleha sambil memperlihatkan kartu BPJS-nya, Minggu (25/02).

“Saya tidak mungkin berani mengakui kalau diakatakan saya tidak memiliki BPJS, setiap kali saya berobat di Pustu Masago pasti kami membayar kalau bukan 10 ribu, 15 ribu. Kalau ada yang mengatakan ini kecemburuan sosial itu tidak benar, apalagi ditunggangi politik sama sekali tidak benar, karena memang ini murni keluhan saya,” jelasnya.

“Apakah memang kita dikasi membayar setiap kali kita berobat di Pustu meskipun ada BPJS, setahu saya selaku masyarakat awam dokter saja tidak bisa menjual obat di tempat prakteknya. Sehingga kami lebih memilih periksa di Puskesmas Pattallassang karena kalau di Puskesmas semua gratis,” ungkapnya.

Sementara Kepala Pustu Masago, Putri mengakui bahwa dirinya memang menjual obat di pasien karena keterbatasan stok obat di Pustu.

Terpisah Kadis Kesehatan Takalar dr.Nilal Fauziah mempertanyakan alasan kepala Puskesmas tidak meminta obat, padahal banyak stock obat di Gudang Farmasi. “Besok saya panggil Kepala Puskesmas Pattallassang dan Kepala Pustu itu,” ujarnya. (*)


div>