JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Dinsos Curiga Ada Mobilisasi Pengemis

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 02 Januari 2018 14:00
Dinsos Curiga Ada Mobilisasi Pengemis

Ilustrasi. foto: dok rakyatsulsel,

* Klaim Jumlah PMKS 2017 Turun Signifikan

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Sosial Kota Makassar curiga menjamurnya anak jalanan (anjal) dan gelandangan-pengemis (gepeng) di Kota Makassar dimobilisasi oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kecurigaan ini muncul karena anjal dan gepeng ini diantar menggunakan kendaraan dan diturunkan di tempat tertentu. Lalu, pada siang hari, para anjal dan gepeng juga diberikan makan siang oleh oknum tertentu. Saat dilakukan pendataan oleh tim usai dijaring, banyak diantaranya merupakan warga dari luar Makassar.

“Tapi ini masih temuan sementara, kita sudah koordinasi dengan aparat kepolisian untuk menyelidiki adanya oknum yang diduga mengkoordinir mereka. Karena kalau mereka datang ke Makassar dengan inisiatif sendiri itu tidak masuk akal dengan melihat jumlah mereka yang terus bertambah tiap harinya padahal selalu kita jaring,” ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Mukhtar Tahir, Senin (1/1) kemarin.

Namun demikian, Mukhtar mengklaim jumlah anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Makassar tahun 2107 mengalami penurunan signifikan. Dibandingkan tahun 2016, jumlah anjal dan gepeng yang terjaring menurun hampir seribu orang.
Sepanjang 2017 pihak Dinas Sosial dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang berhasil menjaring sedikitnya 1.049 orang yang punya masalah sosial seperti anak jalanan, Gepeng, pengamen, psikotik, WTS dan waria. Sementara dibanding tahun 2016 lalu hampir mencapai angka 2.000 orang.

Mukhtar mengatakan, anjal dan gepeng banyak berdatangandari berbagai daerah di Sulsel. “Karena Makassar ibu kota provinsi, satu kepala keluar Makassar, ketika kembali membawa tiga hingga empat kepala. Sama kasus nenek besar kepala, dia itu warga Palopo bukan Makassar,” ujar Mukhtar Tahir, Senin (1/1).

Meski begitu, kata Mukhtar Tahir, pihaknya tetap melakukan tugas dengan baik yaitu tetap melayani warga baik itu warga asli Makassar dan warga pendatang yang berada di Kota Makassar.

“Kemarin, orang gila saja sebanyak 232 orang, kita bantu melalui kerjasama dengan Dukcapil buatkan KTP untuk dibantu mendapatkan BPJS Kesehatan, itulah jawaban Dinsos untuk tetap bekerja lebih baik lagi,” cetus Mukhtar.

Dalam mengatasi anak jalanan, gepeng, pengamen, psikotik, WTS dan waria, pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian. Sementara untuk pembinaannya bekerjasama dengan LSM dan penitipan jasa untuk panti rehabilitasi.

Lanjut Mukhtar Tahir, lantaran pihaknya masih kekurangan shelter untuk menampung mereka yang jumlahnya lumayan banyak, pihaknya juga berharap angka tersebut terus mengalami penurunan ditahun berikutnya.

“Untuk orang yang menderita sakit jiwa yang tidak diketahui domisilinya berasal daerah mana yang kita jaring itu jumlahnya ratusan. Dan itu kita kerjasama dengan Dinas Catatan Sipil untuk memberikan mereka KTP dan Kartu Sehat,” ujar Mukhtar Tahir.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Anjal dan Gepeng Dinsos Makassar, Kamil mengatakan, pihaknya sejak awal tahun 2017 selalu melakukan patroli dengan menurunkan tim yang dibantu Pihak Kepolisian sebanyak 33 orang. “Selain patroli kita juga menerima laporan melalui call center,” ujar Kamil. (*)


div>