SELASA , 22 MEI 2018

Dinsos Makassar Santuni 240 Veteran

Reporter:

Editor:

Nunu

Senin , 11 Desember 2017 19:32
Dinsos Makassar Santuni 240 Veteran

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar memperingati Hari Korban 40.000 Jiwa dengan menggelar upacara bendera di Monumen Korban 40.000 jiwa di Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Senin (11/12).

Dalam kesempatan itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar memberi santunan kepada 240 Veteran.

Kepala Dinsos Kota Makassar Mukhtar Tahir mengatakan, kegiatan upacara ini juga merupakan bagian dari Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang selaras dengan tema HUT yakni penghormatan kepada sejarah.

“Konsep dilaksanakan itu kebetulan berkaitan dengan ulang tahun kota yaitu kembali kepada sejarah. Ini memberikan gambaran kepada kita untuk bisa mengenang para Veteran yang telah memberikan kontribusi kepada Kota Makassar, dan korban 40.000 jiwa menentukan nasib Kota Makassar pada saat itu,” ujar Mukhtar Tahir.

Menurutnya, dengan mengingat kembali sejarah, berarti masyarakat harus memahami arti dari perjuangan para pendahulu dalam mengisi kemerdekaan dan hal itu bisa menjadi panutan bagi generasi hari ini.

“Alhamdulillah hari ini (kemarin) kita berikan santunan kepada 240 Veteran. Ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada para Veteran yang telah berjuang dan janda-janda dari pahlawan yang berjuang untuk Indonesia,” ucap Mukhtar Tahir.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Kota Makassar juga tetap memberikan perhatian kepada para Veteran. Dan dengan adanya Veteran ini menjadi motivasi kepada generasi muda untuk tetap semangat dan berjuang bagi Kota Makassar.

“Sebenarnya Veteran itu bisa juga masuk dalam program Wali Kota Makassar yakni Lansia Care, namun hal itu lebih spesifik tapi bisa dimasukkan dalam dua kategori itu,” ujar Mukhtar Tahir.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, bahwa peringatan korban 40 ribu jiwa menandakan Makassar sebagai kota bersejarah di Indonesia dan menandakan bahwa sejarah merupakan hal penting.

“Tugas generasi hari ini melanjutkan perjuangan pendahulu yang rela berkorban jiwa raga untuk mempertahankan kemerdekaan ini,” ucap Danny Pomanto.

Ia mengatakan, warga Makassar harus bangga dengan adanya peringatan korban 40.000 jiwa karena memberikan gambaran bagaimana perjuangan pemerintah kota selaras perjuangan pendahulu.

“Kontribusi sejarah Sulsel yang tercatat menjadi warna tersendiri bagi sejarah di Indonesia, hal tersebut harus dipahami anak muda hari ini,” jelas Danny.|

Danny menegaskan, ke depan pihaknya akan memperbaiki semua tugu-tugu sejarah yang ada di Kota Makassar, pasalnya Kota Makassar sangat lekat dengan sejarah masa lalu yang gemilang.

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang bertugas sebagai inspektur upacara mengatakan, peringatan Hari Korban 40 ribu jiwa ini, adalah sebuah moment yang menghidupkan nilai perjuangan, nilai patriotisme, nilai heroik dan nasionalisme di Sulawesi Selatan.

“Peringatan Hari Korban 40.000 jiwa adalah momentum bahwa Sulsel mempunyai peranan dan andil yang besar dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia yang telah kita raih. Untuk itu, sebagai generasi penerus, mari kita hargai apa yang telah mereka korbankan,” kata Syahrul.

Diketahui, setiap tanggal 11 Desember diperingati Hari Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan. Hari itu diperingati sebagai hari berkabung masyarakat Sulsel. Peringatan tersebut untuk mengenang kembali jatuhnya korban yang tak terhitung jumlahnya akibat kekejaman tentara KNIL dibawah pimpinan Reymond Paul Pierre Westerling.

Hadir pada peringatan itu Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, Plt Sekda Kota Makassar H. Baso Amiruddin, dan sejumlah pejabat lainnya. (arm/C)


div>