SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Dinyatakan Postif Narkoba, Melani Mustari: Saya Hanya Konsumsi Obat Flu

Reporter:

Arini

Editor:

Lukman

Kamis , 26 Juli 2018 17:40
Dinyatakan Postif Narkoba, Melani Mustari: Saya Hanya Konsumsi Obat Flu

Melani Mustari

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Golkar Sulsel tengah dirundung masalah. Salah satu kadernya yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Makassar, Melani Mustari diduga positif narkoba.

Hal itu berdasarkan beredarnya surat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan yang menyatakan bahwa anggota DPRD Makassar Fraksi Partai Golkar itu menggunakan Methamphetamine dan Amphetamine. Di Indonesia, Methamphetamine dan Amphetamine lebih dikenal dengan sabu-sabu.

Legislator ini diketahui menggunakan obat terlarang usai pemeriksaan urine di Hotel Aston, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar oleh BNNP Sulsel pada tanggal 10-11 Mei 2018 pukul 09.00 Wita.

Tes urine dilakukan terhadap 179 kader dan fungsionaris Partai Golkar. Surat yang beredar pun tertulis 17 Mei 2018 dan diteken Kepala BNNP Sulsel, Mardi Rukmianto.

Mardi Rukmianto membenarkan surat yang beredar terkait hasil tes urine anggota DPRD Makassar asal Partai Golkar Melani Mustari dikeluarkan oleh lembaganya. Namun demikian, Mardi tak mengetahui siapa yang menyebarkan surat tersebut.

Mardi menjelaskan bahwa pihak BNN Sulsel memang pernah diminta melakukan tes urine kepada kader-kader Partai Golkar yang akan maju di Pemilu Legislatif Mei lalu.

“Kami dimintai untuk cek urine para calon legislator Golkar. Hasil tes urinenya mengandung Methamphetamine dan Amphetamine. Namun untuk mengetahui lebih lanjut kita belum tahu, karena hasilnya kita laporkan kepada peminta, yaitu DPD Golkar Sulsel. Saran kita kepada yang bersangkutan bahwa dilakukan assesment, tapi sampai detik ini belum dikirim untuk assesment,” ujarnya.

Rukmianto menambahkan, pada saat pemeriksaan urine mungkin saja ada zat aktif yang dikonsumsi sebelum melakukan tes urine. Namun, untuk zat yang ditemukan dalam urine anggota DPRD cantik ini merupakan salah satu zat yang terkandung dalam narkotika. “Kalau zat yang namanya berawal meth itu narkotika,” bebernya.

Salah satu politisi Partai Golkar, Wahab Tahir menegaskan, bahwa siapapun yang menerima kabar tersebut harus mengedepankan praduga tak bersalah. Karena hasil pemeriksaan urine tersebut bukan merupakan Operasi Tangkap Tangan (OTT), tapi keinginan DPD Partai Golkar Sulsel.

Menurutnya, boleh saja sebelum pemeriksaan kondisi Melani sedang terganggu. Sehingga, ia mengkonsumsi obat yang mengandung zat yang dimaksud.

“Suratnya kan tidak ditujukan ke Melani, tapi ke DPD Partai Golkar Sulsel. Dalam hasil pemeriksaan uji lab yang dilakukan BNN oleh Melani itu positif mengandung zat aktif. Tapi dalam pemahaman saya, karena itu bukan OTT sehingga masih ada ruang untuk Melani melakukan klarifikasi. Karena boleh jadi, pada saat dilakukan pemeriksaan itu, dia dalam keadaan sakit dan minum obat antibiotik dan boleh jadi seperti itu,” jelasnya.

Lanjutnya, surat hasil pemeriksaan Melani itu dikeluarkan BNN pada 17 Mei 2018. Namun, baru hari ini (kemarin) diberitakan oleh salah satu media. Sehingga hal tersebut cukup mengagetkan internal Partai Golkar.

Ia menambahkan, pada saat proses pencalegan untuk memenuhi berkas Melani telah melakukan pemeriksaan kesehatan disalah satu rumah sakit daerah di Kota Makassar dan ia dinyatakan negatif menggunakan narkotika.

“Uji lab itukan bisa dimintai pembanding, dan pembanding itu sudah keluar. Sehingga menurut saya prinsip praduga tak bermasalah harus dikedepankan,” tuturnya.

Ia pun berharap agar Melani segera melakukan klarifikasi kepada BNN Sulsel terhadap urinenya yang mengandung zat adiktif sebagai kepentingan dirinya dan kepentingan partai.

Pengurus DPD I Golkar Sulsel, Hoist Bachtiar menyatakan, beredarnya kabar salah satu kader Golkar Makassar yakni Melani Mustari positif narkoba perlu ditelusuri dan ditanyakan pada pihak BNN karena pihak Golkar belum mengetahui kapan kejadian.

Menurutnya, sesuai hasil tes urine di internal Golkar, semuanya negatif sehingga dinyatakan lolos untuk menjadi Bacaleg.

Soal sanksi atau pemanggikan terhadap Melani, Plt Golkar Gowa itu mengatakan, pihaknya di DPD I Golkar Sulsel masih menunggu putusan lanjutan. “Soal sanksi atau lainnya, kita masih tunggu keterangan bersangkutan,” pungkasnya.

Melani sendiri yang dikonfirmasi membantah bahwa dirinya positif narkoba. Ia menyatakan jika kabar itu tidak benar. Melani mengaku jika pada saat tes urine, dirinya sempat mengkonsumsi obat flu.

“Tidak, itu bohong. Ada kok, bukti saya. Nanti saya perlihatkan. Memang saat itu sebelum tes urine saya sebelumnya sudah konsumsi obat flu,” kata Melani.

Melani juga sempat mengirimkan surat hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Makassar yang menyatakan ia negatif mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dikeluarkan pada 02 Juli 2018. (*)


div>